Presiden DFB Kritik Proposal Penjualan Saham Piala Dunia Oleh Gianni Infantino

6 Agustus 2026, 16:16 WIB

Gagasan penjualan saham Piala Dunia yang dicetuskan Presiden FIFA Gianni Infantino menuai gelombang penolakan keras dari federasi sepak bola Eropa. Kritik pedas salah satunya datang dari Presiden Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) Bernd Neuendorf. Sebagaimana dikutip dari Detik Sport, polemik ini bermula dari rencana kontroversial pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

Lewat entitas tersebut, Infantino berniat melepas saham Piala Dunia dengan valuasi investasi menembus 20 miliar dolar AS. Rencana pelepasan saham kompetisi tertinggi sepak bola dunia itu langsung memicu reaksi keras dari konfederasi UEFA dan CONCACAF. Tekanan bahkan memuncak saat UEFA mengancam bakal memboikot gelaran Piala Dunia jika proposal FFE tetap direalisasikan.

Gelombang penolakan masif dari berbagai pemangku kepentingan memaksa Infantino membatalkan pendirian FFE. Pembatalan ini secara otomatis menggugurkan wacana komersialisasi saham Piala Dunia tersebut.

DFB menyampaikan apresiasi atas soliditas negara-negara anggota UEFA dalam membendung proyek kontroversial itu. Meski demikian, Neuendorf secara terbuka mengecam kepemimpinan Infantino yang dinilai membelakangi prinsip dasar tata kelola olahraga. "Peristiwa seputar proyek yang diprakarsai oleh Gianni Infantino ini sekarang harus diklarifikasi sepenuhnya. Presiden FIFA bertindak sepihak, tanpa transparansi, dan pada akhirnya tidak bertanggung jawab demi kepentingan sepakbola," kata Neundrof.

Neuendorf menekankan pentingnya pembenahan internal di tubuh badan pengatur sepak bola dunia tersebut. Ia mendesak adanya perubahan budaya organisasi agar setiap kebijakan strategis kembali melibatkan seluruh anggota secara terstruktur. "Bersama dengan UEFA dan konfederasi lainnya, kita harus memastikan berbagai bdaya yang berbeda dibangun di FIFA. Budaya di mana keputusan sekali lagi dibahas dan dibuat oleh para anggota dalam badan-badan terkait," ujarnya.

Kericuhan seputar proposal FFE diprediksi bakal mengubah konstelasi politik FIFA menjelang kongres pemilihan presiden pada 2027. Posisi Infantino yang menjabat sejak 2016 kini mulai goyah akibat tergerusnya dukungan dari konfederasi kunci seperti UEFA.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang