Presiden Prabowo Tiba di New York Hadiri Sidang Umum PBB

22 Juni 2026, 02:46 WIB

Presiden Prabowo tiba di New York, Amerika Serikat pada Sabtu, 20 September 2025 pukul 16.50 waktu setempat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dilansir dari Papanskor, Kepala Negara dijadwalkan menyampaikan pidato singkat dalam forum internasional tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan rincian terkait urutan berpidato Kepala Negara. Berdasarkan jadwal resmi, pemimpin Indonesia ini akan berbicara selepas perwakilan dari Brasil dan Amerika Serikat.

“Sesuai jadwal yang diterima, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato pada urutan ketiga pada sesi Debat Umum PBB pada 23 September 2025, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pihak Istana menilai kehadiran ini sebagai momentum strategis untuk menyuarakan aspirasi negara-negara berkembang. Forum global ini menjadi panggung penting bagi diplomasi Indonesia di tingkat tertinggi.

“Sidang Majelis Umum tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia, tidak hanya untuk kembali tampil di level tertinggi pada forum PBB, namun juga untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif,” tambah Teddy Indra Wijaya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya juga memberikan tanggapan mengenai rencana pidato tersebut pada Jumat, 19 September 2025 di Istana Kepresidenan. Ia menegaskan bahwa kesempatan berbicara di depan Majelis Umum merupakan bentuk penghormatan bagi negara.

“Memang ada undangan kepada Bapak Presiden untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York dan beliau akan hadir karena berdasarkan informasi, Bapak Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato,” ucap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Pihak Sekretariat Negara mengharapkan kehadiran ini dapat berjalan lancar. Mengenai kemungkinan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump, pihak Istana menyatakan belum ada kepastian agenda tersebut.

“Kami kira ini juga sebuah penghormatan kepada Bangsa Indonesia kalau Bapak Presiden berkenan hadir,” imbuh Prasetyo Hadi.

Prasetyo Hadi kemudian menambahkan informasi mengenai ketidakpastian pertemuan dengan pemimpin Amerika Serikat tersebut.

“Belum tahu, kalau agendanya belum tahu,” terang Prasetyo Hadi.

Informasi mengenai posisi berpidato ini juga telah dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri melalui konferensi pers pada 11 September 2025. Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat menjelaskan signifikansi kehadiran langsung Kepala Negara.

“Insya Allah Bapak Presiden direncanakan hadir, ini menandai kehadiran Kepala Negara Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat.

Urutan pembicara dalam sidang ini ditentukan melalui mekanisme yang sudah menjadi tradisi di PBB. Indonesia mendapatkan posisi awal setelah dua negara yang secara berkala mengisi slot pertama dan kedua.

“Beliau (Prabowo) Alhamdulillah juga akan diberikan kesempatan sebagai pembicara ketiga atau berdasarkan hasil undian, sebetulnya menjadi pembicara pertama karena by default, pertama selalu Brasil, kedua Amerika Serikat itu urutan yang jadi tradisi sejak PBB berdiri,” papar Tri Tharyat.

Setiap kepala negara yang hadir dibatasi oleh durasi waktu tertentu dalam menyampaikan pandangannya. Pihak Kementerian Luar Negeri masih menyimpan rincian draf pidato hingga waktu peluncuran resmi.

“Ada beberapa prioritas, saya tentunya belum bisa share mengenai pidato Bapak Presiden, kita tunggu pada saat peluncuran,” tambah Tri Tharyat.

Meski rincian naskah belum dibuka, isu-isu krusial global yang sedang berkembang dipastikan akan menjadi sorotan utama. Isu mengenai konflik dan kedaulatan negara di Timur Tengah akan diangkat dalam pidato berdurasi 15 menit tersebut.

“Tentu dinamika global saat ini, termasuk barusan saja ada serangan terhadap satu negara berdaulat ya, yaitu Qatar, pasti juga isu Palestina akan dibawa,” tandas Tri Tharyat.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang