Kunci keberhasilan Paris Saint-Germain menguasai panggung Liga Champions dinilai terletak pada keseimbangan tim. Hal tersebut disampaikan oleh mantan bek PSG, Juan Bernat, seperti dikutip dari Detik Sport. Les Parisiens mencatatkan dominasi kuat di kompetisi tertinggi Eropa tersebut dalam dua musim terakhir.
Gelar juara diraih PSG usai menumbangkan Inter Milan 5-0 pada final 2024/2025, yang kemudian dilanjutkan dengan kemenangan 1-0 atas Arsenal di laga puncak Mei lalu. Pencapaian manis raksasa Prancis ini terbilang unik karena diraih saat skuad hampir bersih dari deretan pemain berlabel superstar. PSG justru kerap mengalami kegagalan ketika masih dihuni nama-nama besar seperti Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe.
Bernat sendiri pernah membela PSG selama lima musim pada rentang 2018-2023. Prestasi tertinggi tim asal Paris tersebut kala itu hanyalah sekali menjadi runner-up usai menelan kekalahan 0-1 dari Bayern Munich di partai final.
Pemain yang kini merumput untuk klub divisi dua Liga Spanyol Eibar itu memberikan pujian khusus kepada racikan strategi Luis Enrique. Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut dinilai sangat cermat dalam meramu komposisi tim sehingga tampil seimbang dan menaklukkan Eropa. "Sebelumnya, mereka itu lebih fokus pada mengembangkan pemain-pemain bintang daripada membangun sebuah tim yang seimbang. Luis Enrique itu pelatih yang pintar dan dia mampu melakukannya dengan tepat," kata Bernat kepada AS.
"Dia juga memiliki beberapa pemain yang sangat, sangat bagus, memang bukan superstar seperti yang lain, melainkan dia menemukan keseimbangan yang tepat. Itulah kunci sukses di dalam sepakbola sekarang ini," ujar Bernat. "Di laga-laga penting seperti Liga Champions, di mana ada intensitas yang sangat tinggi dan sisi fisik yang sangat penting, Anda membutuhkan semua dari 11 pemain yang berkomitmen di setiap aspek permainan. Inilah yang jadi kunci Luis Enrique bisa memenangi dua titel Liga Champions," tutur Bernat.







