PSIM Yogyakarta Lengkapi Skuad dan Siap Hadapi Liga Super 2026

5 Agustus 2026, 20:02 WIB

PSIM Yogyakarta dipastikan telah mengumpulkan seluruh pemainnya dalam pekan ini untuk mempersiapkan Liga Super 2026 yang akan dimulai pada 4 September mendatang, di Yogyakarta.

Tim ini memanfaatkan waktu sekitar satu bulan sebelum kompetisi dimulai untuk memperkuat chemistry dan kondisi fisik pemain. Mereka baru saja menggelar uji coba perdana melawan Beta Jaya di Lapangan Yogyakarta Independent School, Sleman, pada Sabtu (1/8/2026) sore.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan bahwa skuadnya kini sudah lengkap sehingga fokus dapat diarahkan ke persiapan taktik dan fisik. Ia juga menyebutkan akan ada enam pertandingan uji coba tambahan sebagai bagian dari persiapan tim.

"Saya berharap kami terus berkembang. Minggu ini skuad kami akan lengkap karena semua pemain sudah bergabung," ujar Van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu menilai uji coba pertama berjalan sesuai harapan sebagai ajang adaptasi antar pemain dan pengenalan sistem permainan yang diterapkan.

"Ini pertandingan pertama, jadi para pemain harus saling beradaptasi satu sama lain dan para pemain baru juga harus terbiasa dengan saya dan apa yang saya harapkan dari mereka," ujar Van Gastel.

"Secara keseluruhan, energi serta kemauan untuk bermain dan menang sangat bagus menurut saya. Jelas kami masih harus banyak berbenah. Ini baru laga pertama, jadi untuk saat ini sudah cukup baik," tambahnya.

Van Gastel juga menegaskan bahwa selain evaluasi performa, laga uji coba ini digunakan untuk menanamkan filosofi bermain yang menjadi identitas PSIM musim depan, terutama fokus pada penguasaan bola dan tekanan tinggi kepada lawan.

"Target utamanya adalah cara bermain yang kami inginkan, khususnya dalam penguasaan bola. Hal kedua adalah fisik. Saya ingin mereka terus menekan," ungkap Van Gastel.

Ia menyebutkan sebagian besar pemain bermain hanya 45 menit sehingga mereka diminta bekerja lebih keras dari biasanya untuk membiasakan diri dengan skema permainan sekaligus meningkatkan kondisi fisik.

"Biasanya pemain menghemat tenaga untuk 90 menit, tapi tadi hanya 45 menit dan mereka berhasil melakukannya. Jadi, inti ujiannya adalah membiasakan diri dengan skema permainan dan meningkatkan kondisi fisik," pungkas juru taktik berlisensi UEFA Pro tersebut.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang