Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia merencanakan perubahan konsep Piala Presiden dari turnamen pramusim antarklub menjadi kejuaraan internasional untuk Timnas Indonesia mulai tahun depan. Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir setelah babak final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.
Erick Thohir menjelaskan bahwa gagasan transformasi ini muncul seiring perkembangan struktur kompetisi sepak bola nasional yang saat ini sudah memiliki turnamen League Cup. Kondisi tersebut mendorong PSSI mempertimbangkan arah baru agar agenda pertandingan tidak menumpuk dan mutu kejuaraan meningkat.
"Ya, karena memang Liga sudah punya Piala Liga sekarang. Kita tahu, Pak Maruarar Sirait dan saya membangun Piala Presiden ini pada 2015 ketika PSSI itu disanksi," ujar Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.
Ajang yang telah bergulir selama delapan tahun tersebut awalnya dibentuk untuk memberi ruang berkompetisi bagi klub-klub lokal di tengah masa sanksi PSSI. Namun, bertambahnya jumlah laga klub membuat PSSI berencana menyesuaikan format Piala Presiden menyerupai turnamen King's Cup di Thailand.
"Jadi klub-klub datang ke kami meminta tolong kalau bisa ada kegiatan. Dan alhamdulillah bisa berjalan delapan tahun," jelas Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.
Guna merealisasikan rencana tersebut, PSSI sedang mengkaji penyesuaian jadwal pelaksanaan dengan kalender internasional FIFA. Kepastian menggelar turnamen pada periode FIFA Matchday menjadi syarat utama agar tim peserta dapat menurunkan para pemain terbaiknya.
"Nah tidak ada salahnya, kita coba tingkatkan kualitasnya. Salah satunya bagaimana Piala Presiden ini bisa menjadi pertandingan tim nasional, seperti juga yang sudah dilakukan oleh Thailand yaitu King's Cup, yang sudah berjalan hampir 20 tahun lebih," ucap Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.
Tahap pembahasan mengenai formula kompetisi dan dinamika penjadwalan tersebut masih terus berjalan di internal PSSI sebelum konsep baru diterapkan secara resmi.
"Nah ini kita coba cari formulanya. Tinggal pertandingan harus tetap ada di FIFA Matchday, di slot jadwal yang ditentukan FIFA. Itu aja dinamikanya yang mungkin agak kompleks," jelas Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.







