Puluhan hektare lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terbakar sejak titik awal api di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang bukan termasuk kawasan wisata.
Luas area terdampak kebakaran sudah mencapai 51 hektare dan api terus menyebar hingga wilayah Kabupaten Malang dan Probolinggo, khususnya di Watugede. Penanganan kebakaran sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa titik awal kebakaran berasal dari jalur tikus yang digunakan masyarakat dari Jemplang menuju Desa Argosari, bukan jalur umum atau lokasi wisata.
"Ini hari keempat, masih nyala (terbakar). Luas wilayah yang paling besar di wilayah Watugede, Kabupaten Probolingo," ujar Endrip, dilansir dari Detikcom.
Endrip menegaskan bahwa luas area yang terbakar sampai kemarin tercatat 51 hektare, namun diperkirakan akan bertambah karena api masih belum padam.
"Sampai kemarin ada laporan 51 hektar. Tapi pasti nambah hari ini, berapa luasannya belum tahu," kata Endrip.
Ia menambahkan bahwa sumber api berasal dari Blok Bantengan, yang merupakan jalur terabasan warga dan bukan area wisata.
"Sumbernya di atas (Blok Bantengan), bukan lokasi wisata, bukan jalur umum juga. Itu jalur terabasan (jalur tikus) warga," ujarnya.
Mengenai penyebab kebakaran, Endrip mengatakan pihaknya fokus pada pemadaman terlebih dahulu dan akan melakukan investigasi setelah penanganan selesai.
"Kami sementara ini sampai hari keempat masih fokus pemadaman. Sedangkan asesmen penyebabnya setelah itu. Kami juga akan mencarikan tim investigasi untuk mengungkap penyebabnya," ujar Endrip.







