Presiden Prabowo Subianto Lantik Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Keuangan

21 Juni 2026, 17:01 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia di Istana pada Senin, 8 September 2025. Dilansir dari Papanskor, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini menggantikan Sri Mulyani yang telah menjabat selama sembilan tahun.

Perombakan susunan kabinet tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI No 86B/2025 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029. Purbaya mengambil sumpah jabatan untuk setia kepada konstitusi negara.

"Saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum beralih ke ilmu ekonomi. Ia meraih gelar Master of Science dan Doktor dari Purdue University, Amerika Serikat, lalu merintis karier di Schlumberger Overseas SA, Danareksa Research Institute, hingga memimpin PT Danareksa Securities.

Karier Purbaya di pemerintahan mencakup posisi Staf Khusus di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi III di Kantor Staf Presiden, hingga Staf Khusus di Kemenko Polhukam dan Kemenko Kemaritiman. Penunjukan dirinya sebagai menteri diakui terjadi secara mendadak di tengah situasi protes nasional terkait kinerja legislatif.

"Saya dikasih tau baru mungkin jam 12.30 WIB, saya pikir saya ditipu, saya cek nomornya telepon bener apa nggak, ternyata betulan," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Sebagai langkah awal setelah pelantikan, pejabat yang dikenal dengan gaya bicara lugas ini mengumumkan kebijakan makroekonomi baru. Kementerian Keuangan menggelontorkan dana sebesar Rp200 triliun ke dalam sistem perbankan domestik pada Jumat, 12 September 2025, demi mendongkrak likuiditas dan stimulus kredit.

"Jadi saya pastikan dana yang Rp 200 triliun masuk ke sistem perbankan hari ini dan mungkin banknya habis itu bingung berpikir nyalurin ke mana," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Langkah penyuntikan dana masif ini ditargetkan mampu menggerakkan roda perekonomian domestik melalui penyaluran kredit perbankan secara bertahap.

"Pasti pelan-pelan akan dikredit sehingga ekonominya bisa bergerak," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang