Putri Kusuma Wardani memasang target tinggi untuk meraih gelar juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang berlangsung di India pada 17-23 Agustus, setelah meraih medali perunggu pada edisi sebelumnya, dilansir dari Detik Sport.
Putri berharap bisa memperbaiki pencapaiannya setelah tahun lalu terhenti di semifinal dan membawa pulang medali perunggu. "Targetnya semoga bisa memperbaiki warna medali. Syukur-syukur bisa juara atau minimal menjadi runner-up," ujar Putri saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Pada Kejuaraan Dunia tahun lalu, Putri kalah dari Akane Yamaguchi di semifinal dengan skor 17-21, 21-14, 6-21. Hingga kini, Akane masih menjadi lawan yang belum mampu ditaklukkan Putri dalam delapan pertemuan, termasuk pertemuan terakhir di Japan Open 2026 yang berakhir dengan kekalahan 21-9, 16-21, 14-21.
Putri menilai pengalaman dan kemampuan Akane dalam mengubah strategi di tengah pertandingan menjadi pembeda. "Menghadapi Akane Yamaguchi sebenarnya saya merasa punya peluang untuk menang juga. Tapi dia memang lebih berpengalaman. Karena di gim kedua saya sempat unggul dan memberikan perlawanan," kata Putri.
"Mungkin kemudian Akane mengubah pola permainannya, dan di situ saya masih sedikit goyah dalam mengantisipasinya," ujarnya lagi.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Putri terutama dalam memperkuat mental dan fokus latihan. "Makanya sekarang di latihan saya harus memperkuat mental dan pikiran saya. Dari segi latihan juga saya merasa harus benar-benar fokus," ucapnya.
Putri mengaku tantangan terbesar di turnamen level atas bukan hanya fisik, tetapi juga menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. "Yang saya rasakan di Japan Open kemarin, di setiap pertandingan mental dan pikiran saya benar-benar bekerja sangat keras. Setelah pertandingan selesai, yang terasa capek bukan badannya, tapi justru pikirannya," tuturnya.
Dengan modal semifinal tahun lalu dan peningkatan performa musim ini, Putri berharap mampu melangkah lebih jauh dan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026.







