Sebuah bola lampu di kantor pemadam kebakaran California berhasil mencapai usia 125 tahun. Dilansir dari Detik iNET, para simpatisan merayakan pencapaian tersebut di Kantor Pemadam Kebakaran #6 Livermore.
Bola lampu bernama Centennial Light ini dibuat oleh Shelby Electric Company asal Ohio. Lampu tersebut telah menyala lebih dari satu juta jam dan memegang rekor dunia versi Guinness World Records.
Keberadaan Centennial Light kerap memicu teori konspirasi terkait keusangan terencana. Banyak pihak menuding Kartel Phoebus, organisasi produsen lampu tahun 1925, sengaja membatasi masa pakai lampu hingga 1.000 jam demi keuntungan bisnis.
Namun, anggapan bahwa produsen sengaja menghalangi pembuatan lampu tahan lama dinilai keliru oleh para ahli. Masalah utama pada teknologi lampu pijar terletak pada kompromi antara tingkat kecerahan dan durabilitas.
Suhu filamen yang makin tinggi membuat cahaya makin terang, tetapi juga mempercepat penguapan atom filamen hingga akhirnya putus. Standar 1.000 jam buatan Kartel Phoebus dirancang agar konsumen mendapat pencahayaan yang memadai dengan biaya listrik efisien.
Centennial Light berlabel 60 watt, tetapi saat ini hanya menyerap daya sekitar 4 watt. Efisiensinya sangat rendah karena hanya mengubah sedikit daya menjadi daya pancar cahaya yang redup.
Blogger elektronika Maurycy menjelaskan bahwa pabrikan Shelby Electric kemungkinan tak sengaja membuat filamen dengan resistansi sangat tinggi. Akibatnya, arus listrik dan panas yang dihasilkan sangat minim sehingga filamen tidak gampang aus.
Keberadaan bola lampu tua ini tidak membuktikan bahwa lampu terang bisa dibuat bertahan selamanya. Centennial Light hanya menunjukkan bahwa lampu pijar yang beroperasi pada 7% kapasitas dayanya dapat menyala sangat lama.
Teori konspirasi keusangan terencana juga gugur seiring perkembangan teknologi modern. Industri penerangan kini berahli ke LED yang mampu bertahan 25.000 hingga 50.000 jam dengan biaya jauh lebih hemat.






