Ingin Buah Jumbo Manis? Ini Rahasia Cara Perkembangbiakan Tanaman Stroberi

28 Juni 2026, 11:35 WIB

Menanam stroberi di halaman rumah sering kali mendatangkan kekecewaan saat mendapati buahnya tumbuh kecil dan masam. Panduan teknis cara perkembangbiakan tanaman stroberi ini akan mengupas tuntas langkah demi langkah perbanyakan vegetatif yang tepat agar tanaman Anda tumbuh subur serta menghasilkan buah yang manis berukuran jumbo.

Banyak penghobi pemula yang bingung mengenai "strawberry mengembangbiakan dirinya dengan cara apa" agar hasilnya bisa seragam dengan tanaman induk yang unggul. Tanaman yang pertama kali ditemukan di Eropa oleh Bangsa Perancis pada abad ke-13 ini sebenarnya memiliki mekanisme reproduksi alami yang sangat efisien jika kita tahu cara memanfaatkannya.

Melalui teknik yang tepat, Anda tidak perlu terus-menerus membeli bibit baru untuk memenuhi pekarangan rumah Anda dengan buah merah merona ini.

Mengenal Cara Alami Stroberi Memperbanyak Diri

Secara alami, stroberi bereproduksi menggunakan metode vegetatif murni melalui batang menjalar yang tumbuh di atas permukaan tanah. Batang khusus ini dikenal dengan istilah stolon atau sulur, yang pada buku-bukunya akan tumbuh tunas serta akar baru menjadi individu tanaman muda.

Dari pengalaman saya menangani berbagai tanaman buah sub-tropis, perbanyakan melalui sulur jauh lebih menguntungkan daripada menanamnya dari biji. Metode generatif dari biji membutuhkan waktu sangat lama dan sifat buahnya sering kali menyimpang dari induknya.

Sebaliknya, perbanyakan vegetatif menjamin tanaman baru memiliki sifat yang 100% identik dengan tanaman induk, termasuk tingkat kemanisan dan ukuran buahnya.

Persyaratan Lingkungan Tumbuh untuk Hasil Maksimal

Sebelum mulai mempraktikkan perkembangbiakan stroberi, Anda harus memastikan lingkungan sekitar sudah memenuhi syarat tumbuh ideal bagi tanaman ini. Kegagalan pembentukan akar baru pada sulur biasanya terjadi karena faktor iklim mikro yang kurang mendukung di sekitar area perbanyakan.

Faktor lingkungan seperti ketinggian tempat, curah hujan, suhu udara, kelembapan, serta intensitas cahaya matahari memegang peranan krusial. Berdasarkan data teknis agrikultur, berikut adalah acuan parameter lingkungan yang wajib dipenuhi:

Parameter Lingkungan Ideal untuk Budidaya dan Perkembangbiakan Stroberi
Parameter Lingkungan Nilai Ideal / Rentang Optimum
Ketinggian Tempat 1.000–1.500 meter di atas permukaan laut
Suhu Udara 17–20 derajat Celsius
Kebutuhan Sinar Matahari 8–10 jam per hari
Kelembapan Udara 70–80%
Curah Hujan Maksimal 600–700 mm per tahun

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, tanaman tidak akan tumbuh sempurna jika curah hujan datang setiap hari karena kelembapan yang terlalu tinggi memicu pembusukan akar tanaman muda. Stroberi memang dapat beradaptasi di dataran tinggi Indonesia dengan suhu ideal sekitar 17–20 derajat Celsius seperti yang dijelaskan di atas.

Jika Anda tinggal di daerah dengan suhu udara yang cenderung hangat, tantangan terbesar adalah menjaga agar area perbanyakan tetap teduh dan sejuk selama fase pembentukan akar baru.

Panduan Langkah demi Langkah Membiakkan Stroberi via Sulur

Memilih dan mengelola sulur tanaman merupakan inti utama dari keberhasilan perbanyakan vegetatif ini. Berikut adalah langkah-langkah terstruktur untuk membiakkan tanaman stroberi menggunakan sulurnya:

  1. Pilih tanaman induk yang sudah berumur minimal 4-6 bulan, memiliki kondisi fisik sehat, bebas dari serangan hama penyakit, dan terbukti menghasilkan buah berukuran besar.
  2. Identifikasi sulur atau stolon sehat yang menjalar keluar dari batang utama; pastikan sulur tersebut sudah memiliki calon daun muda di bagian ujungnya.
  3. Siapkan pot kecil atau polybag yang sudah diisi dengan media tanam khusus di dekat tanaman induk tanpa memotong sulurnya terlebih dahulu.
  4. Letakkan bagian buku sulur yang mulai memunculkan calon akar tepat di atas permukaan media tanam baru, lalu jepit perlahan menggunakan lidi berbentuk huruf U agar posisinya tidak bergeser.
  5. Lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore hari menggunakan sprayer halus guna menjaga kelembapan media tanam baru tersebut.
  6. Tunggu selama 2 hingga 3 minggu sampai akar baru tumbuh dengan kuat ke dalam tanah dan daunnya mulai bertambah banyak.
  7. Potong batang sulur yang menghubungkan tanaman induk dengan tanaman baru menggunakan gunting tanaman yang tajam dan steril setelah akar barunya dipastikan mandiri.
Cara Memperbanyak Tanaman Strawberry Dari Sulur | Cara Menanam Stroberi | North Kaliwangan TV

Kesalahan umum yang saya lihat adalah pembudidaya terlalu terburu-buru memotong sulur dari induknya sebelum akar sekunder pada tanaman muda terbentuk sempurna. Hal ini menyebabkan tanaman muda mengalami syok mendalam, layu, hingga akhirnya mati karena belum mampu menyerap nutrisi sendiri secara mandiri.

Meracik Media Tanam dan Wadah Pot yang Ideal

Kualitas media tanam sangat menentukan seberapa cepat akar baru menjalar dan memperkuat tanaman muda hasil keturunan sulur. Untuk penanaman di dalam wadah pot atau polybag, struktur media harus bersifat porus atau gembur agar air siraman tidak tergenang di dalam pot.

Berdasarkan panduan teknis dari Ibu Siti, seorang petugas budidaya stroberi dan tanaman hias krisan di Balai Benih Induk Ngipiksari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, derajat keasaman atau pH tanah yang ideal untuk stroberi di dalam polybag atau pot adalah 6,5–7. Jika tanah terlalu asam, penyerapan unsur hara mikro oleh akar akan menjadi sangat terhambat.

Media tanam ideal untuk stroberi adalah campuran tanah, pupuk (kompos atau kandang), dan sekam dengan perbandingan 1:1:2.

Komposisi di atas memastikan aerasi di dalam pot berjalan lancar, sekaligus menyediakan cadangan nutrisi organik yang cukup bagi pertumbuhan fase awal bibit baru. Pastikan pupuk kandang yang digunakan sudah matang sempurna atau terfermentasi agar panasnya tidak membakar akar muda tanaman stroberi Anda.

Teknis Perawatan Agar Buah Tidak Kecil dan Masam

Setelah berhasil melakukan pemisahan bibit dari sulur induk, fase krusial berikutnya adalah perawatan rutin agar tanaman lebat berbuah. Pertanyaan warga seperti "bagaimana cara merawat tanaman stroberi agar cepat berbuah" sering kali berujung pada kekecewaan karena tanaman hanya tumbuh rimbun daun tanpa memunculkan bunga.

Untuk memicu pembungaan yang optimal, lakukan pemangkasan rutin pada daun-daun tua yang sudah menguning atau terserang bercak. Langkah ini bertujuan mengalihkan energi tanaman dari pertumbuhan vegetatif yang berlebihan menuju fase generatif pembentukan buah.

Masalah lain yang kerap dikeluhkan oleh anggota kelompok tani "Purwotani"—yang sebagian besar memiliki tanaman stroberi di rumah dengan rata-rata kepemilikan antara 10 sampai 20 pot tanaman—adalah rasa buah yang masam. Pertanyaan menggelitik seperti "kenapa buah stroberi saya kecil dan masam" ternyata berkaitan erat dengan faktor suhu malam hari dan pasokan nutrisi makro-mikro.

Sebagai perbandingan, ukuran buah stroberi Korea jauh lebih besar dan rasanya lebih manis daripada stroberi yang ditanam di Indonesia karena suhu musim dingin di Korea jauh lebih rendah. Perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam membantu proses akumulasi gula di dalam buah berjalan jauh lebih maksimal.

Karena faktor iklim Indonesia yang tropis, kita harus menyiasatinya dengan ketepatan pemberian pupuk untuk stroberi yang kaya akan unsur Kalium (K) dan Fosfor (P). Selain itu, pastikan tanaman mendapatkan asupan sinar matahari penuh selama 8–10 jam setiap hari guna mengoptimalkan proses fotosintesis pembentukan senyawa gula pada buah.

Pemberian air juga harus dikendalikan secara presisi saat buah mulai membesar; penyiraman yang terlalu berlebihan di fase pematangan justru akan mengencerkan kandungan gula alami di dalam buah sehingga rasanya menjadi hambar atau masam.

Strategi Pengendalian Sulur pada Tanaman Produktif

Satu hal penting yang wajib dipahami oleh setiap pekebun stroberi adalah manajemen pertumbuhan sulur ketika tanaman sudah memasuki masa produktif. Saat tanaman induk sedang fokus membesarkan buah, kemunculan sulur baru justru akan menjadi kompetitor utama dalam memperebutkan distribusi nutrisi hara.

Jika tujuan Anda pada fase tersebut adalah memanen buah berkualitas premium, segera pangkas setiap sulur baru yang keluar dari ketiak batang tanaman induk. Sebaliknya, sisakan sulur hanya jika Anda memang berniat untuk melakukan perbanyakan bibit baru guna menambah populasi pot di pekarangan rumah Anda.

Mengatur keseimbangan antara fase pembuahan dan fase pembiakan vegetatif adalah kunci utama keberhasilan budidaya jangka panjang. Pengalaman saya menunjukkan bahwa tanaman induk yang terlalu sering dipaksa menghasilkan sulur secara terus-menerus akan mengalami penurunan kualitas buah yang sangat drastis pada musim panen berikutnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang