Rahasia Es Dawet Ireng Purworejo yang Gurih dan Kenyal Alami

9 Juli 2026, 13:33 WIB

Membuat dawet hitam atau yang populer dengan sebutan es dawet ireng sering kali menemui kendala pada tekstur yang terlalu lembek atau warna yang kurang pekat. Minuman penyegar khas dari Purworejo, Jawa Tengah, yang berwarna hitam ini membutuhkan teknik khusus agar menghasilkan kekenyalan yang pas dan rasa gurih yang meresap sempurna. Artikel ini akan mengupas tuntas cara membuat dawet hitam secara terperinci menggunakan bahan-bahan alami tradisional.

Kabupaten Purworejo di Jawa Tengah tidak hanya dikenal sebagai tempat lahir pahlawan nasional Wage Rudolf (WR) Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya yang pertama kali mengenalkan lagu tersebut pada Kongres Pemuda 1928. Wilayah ini juga melahirkan kuliner legendaris es dawet ireng yang kelezatannya telah menyebar ke berbagai daerah karena keunikan warna dan rasanya.

Bagi Anda yang ingin mencoba membuat minuman segar ini di rumah, terdapat dua versi takaran bahan yang bisa disesuaikan dengan ketersediaan bahan di dapur Anda. Kunci utama dari kehitaman dawet ini berasal dari bahan alami, yaitu abu merang atau batang padi.

Sebelum memulai proses pembuatan, Anda perlu menyiapkan bahan-bahan dengan takaran yang presisi. Berdasarkan literatur kuliner nusantara, ada beberapa variasi formulasi tepung yang dapat digunakan untuk mengatur tingkat kekenyalan dawet hitam sesuai selera.

Bahan Dawet Hitam Versi Tepung Sagu

Versi pertama ini mengandalkan tepung sagu sebagai bahan utama untuk menghasilkan tekstur dawet yang cenderung lebih kenyal dan transparan. Formula ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai sensasi kenyal yang kuat saat mengunyah dawet.

  • 500 gram sagu
  • 1 genggam merang atau batang padi (pembakar alami)
  • 1250 ml air (untuk adonan utama)
  • 500 ml santan encer
  • 1 sendok teh garam
  • 250 gram gula jawa
  • 125 gram gula pasir
  • 250 ml air (untuk melarutkan gula)
  • 2 lembar daun pandan

Bahan Dawet Hitam Versi Campuran Tepung Beras

Versi kedua menggunakan kombinasi tepung beras dan tepung tapioka untuk menghasilkan tekstur yang lebih lembut namun tetap memiliki daya kenyal yang pas. Formulasi ini mengacu pada resep dawet ireng khas Purworejo yang banyak ditemui di pasar tradisional.

  • 60 gram tepung beras
  • 50 gram tepung tapioka
  • 600 ml air
  • 5 sendok makan abu merang (dilarutkan dengan 100 ml air)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 250 ml sirup gula merah kental
  • 400 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 2 lembar daun pandan

Buku referensi resep bertajuk "Bukan Sekadar Es Cendol & Es Dawet Biasa" (2013) ditulis oleh Dewi Untari dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama mencatat bahwa keseimbangan antara tepung dan cairan menjadi faktor penentu keberhasilan tekstur dawet hitam yang ideal.

Untuk memudahkan Anda dalam memilih formula mana yang akan diproduksi, berikut adalah tabel perbandingan komponen utama dari kedua versi resep di atas.

Perbandingan Komposisi Bahan Utama Dawet Hitam Versi 1 dan Versi 2
Bahan Utama Resep Versi 1 Resep Versi 2
Tepung Sagu 500 gram
Tepung Beras 60 gram
Tepung Tapioka 50 gram
Air Adonan 1250 ml 600 ml
Abu Merang 1 genggam 5 sendok makan
Santan Kelapa 500 ml 400 ml
Gula Merah/Jawa 250 gram 250 ml

Langkah-Langkah Membuat Adonan Dawet Hitam

Proses pembuatan dawet hitam memerlukan ketelitian, terutama saat mengolah bahan pewarna hitam alami dari merang. Kesalahan umum yang saya lihat adalah kurang bersihnya proses penyaringan abu merang, sehingga meninggalkan rasa getir atau tekstur berpasir pada dawet hasil akhir.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membakar merang atau batang padi kering di atas wadah bersih hingga benar-benar menjadi abu hitam. Setelah merang menjadi abu, tumbuh halus kemudian larutkan dengan air sesuai takaran resep, lalu saring menggunakan kain tipis yang rapat sebanyak dua kali untuk memastikan tidak ada remahan kasar yang lolos.

Dalam sebuah artikel dari Liputan6.com mengenai cara membuat cendol hitam yang dirangkum pada hari Kamis, 22 Juli 2021, disebutkan bahwa selain merang tradisional, beberapa praktisi kuliner modern juga mulai memanfaatkan inovasi bahan lain. Sebagai contoh, Chef Nicky Tirta memiliki variasi cara membuat cendol hitam dengan menggunakan tambahan bubuk arang aktif untuk kepraktisan warna hitam yang pekat.

Langkah berikutnya adalah mencampur bahan kering di dalam panci. Masukkan tepung (baik tepung sagu murni maupun campuran tepung beras dan tapioka) bersama dengan garam ke dalam panci, lalu tuangkan air dan air saringan abu merang secara bertahap sambil diaduk rata menggunakan whisk hingga tidak ada gumpalan tepung tersisa.

Cara membuat Dawet Ireng khas Purworejo | Sahabat kuliner

Proses Memasak dan Mencetak Dawet Hitam

Tahap memasak adonan merupakan fase krusial yang menentukan tingkat kematangan dan kekuatan struktur pati. Dari pengalaman saya menangani adonan pati tradisional, api yang digunakan harus dijaga pada tingkat sedang cenderung kecil agar bagian bawah adonan tidak gosong sebelum seluruh tepung tergelatinisasi sempurna.

Letakkan panci adonan di atas kompor, lalu masak sambil terus-menerus diaduk tanpa henti. Awalnya adonan akan terasa encer, namun lama-kelamaan akan mengental, bergelindir, hingga akhirnya berubah menjadi adonan yang halus, mengilat, jernih, dan meletup-letup yang menandakan bahwa tepung telah matang sepenuhnya.

Siapkan wadah besar atau baskom yang telah diisi dengan air matang dingin dan bongkahan es batu di bawah cetakan cendol. Cetakan dawet tradisional biasanya berupa kaleng atau wadah tembaga dengan lubang-lubang kecil di bagian dasarnya.

  1. Tuangkan adonan dawet hitam yang masih panas bergolak ke dalam cetakan yang diletakkan tepat di atas baskom es.
  2. Tekan adonan menggunakan sendok kayu atau penekan cetakan secara perlahan agar adonan keluar melalui lubang berbentuk butiran memanjang.
  3. Biarkan butiran dawet hitam jatuh langsung ke dalam air es agar proses pematangan segera terhenti dan bentuk dawet mengeras seketika.
  4. Tiriskan dawet hitam dari air es setelah teksturnya stabil, lalu rendam kembali dalam sedikit air matang dingin agar butiran dawet tidak saling menempel satu sama lain.

Pembuatan Kuah Santan dan Sirup Gula Merah

Dawet hitam yang lezat harus diimbangi dengan kuah santan yang gurih dan sirup gula merah yang kental legit. Kelemahan yang sering dijumpai pada hidangan es dawet rumahan adalah santan yang pecah atau sirup gula yang terlalu encer sehingga mengapung dan merusak estetika penyajian.

Untuk membuat kuah santan, rebus santan bersama daun pandan dan sedikit garam di atas api kecil. Dari pengalaman memasak santan segar, Anda wajib mengaduknya secara perlahan dan konstan selama proses perebusan agar emulsi lemak kelapa tidak pecah dan kuah tetap menyatu sempurna.

Sementara itu, sirup gula dibuat dengan merebus gula jawa, gula pasir, air, dan daun pandan hingga mendidih dan mengental. Saring sirup gula merah ini untuk membuang ampas kelapa atau kotoran yang biasanya terbawa dari gula jawa cetakan, lalu dinginkan sebelum digunakan.

Kunci kesegaran dawet hitam terletak pada kontras suhu antara kuah santan yang dingin, manisnya sirup gula kental, dan kelembutan dawet hitam alami saat disajikan bersama es batu serut dalam mangkuk saji.

Penataan es dawet ireng dipadukan dengan menyiramkan sirup gula merah terlebih dahulu di dasar gelas atau mangkuk, diikuti dengan butiran dawet hitam, pecahan es batu, dan diakhiri dengan tuangan kuah santan gurih di bagian paling atas.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang