UGM Buka Rahasia Lolos SNBP Melalui Strategi Nilai Rapor

7 Agustus 2026, 06:16 WIB

Kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak hanya bergantung pada kelengkapan berkas administrasi semata. Para calon mahasiswa dapat mempelajari strategi keberhasilan dari pengalaman peserta yang telah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) target.

Pengalaman tersebut dibagikan oleh Nurma, seorang siswa yang berhasil menembus jurusan Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) lewat jalur SNBP, seperti dikutip dari Detikcom. Ia mengungkapkan bahwa kunci utamanya terletak pada fokus menjaga konsistensi grafik akademik.

"Kalau strateginya saya fokus ke nilai, mempertahankan nilai, sama meningkatkannya supaya dapat peringkat juga di sekolah," kata Nurma melalui laman UGM.

Di samping manajemen nilai, pelaksanaan seleksi juga mewajibkan kepemilikan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta eligible. Pemahaman mendalam terhadap syarat spesifik dari program studi tujuan menjadi langkah krusial untuk mengoptimalkan peluang kelulusan.

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah menetapkan sejumlah kualifikasi yang harus dipenuhi oleh calon peserta, antara lain:

Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Merupakan siswa kelas 12 pada tahun berjalan di jenjang SMA, SMK, atau MA yang mencatatkan prestasi unggul.

Terdaftar di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) serta memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Rekam jejak nilai rapor semester satu hingga lima telah diisikan secara lengkap di PDSS.

Mengunggah portofolio khusus bagi pendaftar yang memilih program studi bidang seni atau olahraga. Memiliki tingkat kesehatan yang memadai agar tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran.

Memenuhi seluruh persyaratan prestasi akademik yang ditentukan oleh PTN penerima.

Ketentuan Pemeringkatan dan Komposisi Penilaian

Kuota peserta yang berhak mendaftar SNBP dari tiap sekolah disesuaikan dengan tingkat akreditasi institusi tersebut. Proses kurasi menilai seluruh mata pelajaran sejak semester pertama hingga semester lima.

Sistem seleksi menitikberatkan penghargaan pada capaian belajar menyeluruh selama jenjang menengah atas. Bobot nilai rata-rata seluruh mata pelajaran ditetapkan minimal 50 persen, sedangkan sisa maksimal 50 persen sisanya dialokasikan untuk mata pelajaran pendukung prodi, portofolio, atau prestasi akademik lain.

Bagi para siswa yang bersiap menghadapi jalur SNBP mendatang, keikutsertaan dalam TKA SMA/SMK sederajat sangat dianjurkan seiring proses pendaftaran yang sedang berlangsung.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang