Rating Siaran Piala Presiden 2026 Melonjak Enam Belas Persen

7 Agustus 2026, 22:01 WIB

Tayangan turnamen sepak bola Piala Presiden 2026 mencatatkan lonjakan performa signifikan dengan kenaikan angka rating dan share sebesar 16 persen dibandingkan edisi sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Bola pada Rabu (5/8/2026).

Pertandingan puncak yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di partai final, serta laga perebutan tempat ketiga antara Persija Jakarta dan Arema FC, dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (9/5/2026).

Direktur SCM Harsiwi Achmad menyampaikan bahwa pencapaian pangsa pemirsa selama turnamen berlangsung sangat memuaskan dan menjadikan ajang ini salah satu hiburan utama masyarakat.

"Kalau dari fase grup hingga semifinal ini average share-nya 24,5, sementara rating-nya 4,5 naik 16 persen dari tahun sebelumnya. Ini luar biasa, benar-benar menjadi hiburan bagi masyarakat Indonesia," ujar Harsiwi Achmad dalam sesi konferensi pers di Lantai 8 SCTV Tower, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Di sisi lain, susunan kompetisi ajang ini dipastikan mengalami perombakan total setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa klub dari BRI Liga 1 dan Liga 2 tidak lagi dipersiapkan untuk ambil bagian, melainkan digantikan oleh 64 klub dari Liga 3 dan Liga 4.

Kenaikan jumlah penonton paling tajam tercatat pada babak semifinal, terutama saat laga sengit mempertemukan Persib Bandung melawan Persija Jakarta.

"Semifinal kemarin rating dan share-nya luar biasa. Persib Vs Persija itu audience share-nya 38,7. Artinya hampir 40 persen penduduk Indonesia saat itu nontonnya ya semifinal Piala Presiden 2026," jelas Harsiwi.

Ia menyoroti konsistensi pertumbuhan jumlah pemirsa layar kaca jika dibandingkan dengan penyelenggaraan pada musim terdahulu.

"Kalau kita bandingkan di semifinal di turnamen edisi sebelumnya naiknya 16 persen. Ini performa yang sangat luar biasa," sambungnya.

Terdapat beberapa faktor pendukung utama yang dinilai berhasil mendongkrak popularitas dan antusiasme publik terhadap penayangan turnamen tersebut.

"Faktor pertama adalah pemilihan klub dengan basis suporter besar, kemdian pertandingan yang berlangsung dengan sangat menarik. Para peserta serius mungkin karena hadiahnya luar biasa," jelas Harsiwi.

Dukungan promosi, kualitas produksi siaran, publikasi media, hingga pemilihan saluran televisi penyiaran juga menjadi pendorong utama tingginya minat penonton.

"Yang ketiga promosi pertandingan sangat baik. Lalu produksi siaran yang bagus. Tak lupa juga ucapan terima kasih kepada media yang menulis mengenai Piala Peresiden 2026, menjadikan hype-nya luar biasa, dan yang keenam karena tayang di TV nomor satu," tandasnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang