Keputusan FIFA membatalkan rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta mendapat sambutan hangat dari Real Madrid. Seperti dilansir dari Bola, klub raksasa Spanyol tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UEFA yang bertindak tegas dalam menentang proposal kontroversial itu.
Gelombang penolakan dari berbagai konfederasi sepak bola dunia sebelumnya memaksa FIFA membatalkan proyek tersebut. Kebijakan pembatalan ini sekaligus menjadi pukulan berat bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mengusung gagasan pemanfaatan modal swasta.
UEFA bahkan sempat mengancam akan memboikot seluruh ajang yang diselenggarakan FIFA jika rencana tersebut direalisasikan. Otoritas sepak bola tertinggi di Eropa itu menilai Infantino telah kehilangan kepercayaan dari para anggotanya.
Langkah susulan kini tengah dipertimbangkan UEFA, termasuk wacana pengajuan mosi tidak percaya terhadap Infantino. Kendati demikian, mosi tersebut membutuhkan persetujuan minimal dari 43 negara anggota FIFA agar dapat diproses.
Melalui rilis resminya, Real Madrid menilai pembatalan proposal pembentukan badan komersial baru tersebut sebagai kabar gembira bagi industri sepak bola global.
"Real Madrid menyambut sangat positif keputusan FIFA yang membatalkan proposal penjualan sebagian hak komersial kompetisinya," tulis pihak klub melalui pernyataan resmi sebagaimana dikutip dari ESPN.
"Kami menilai ini adalah kabar baik bagi sepak bola, institusinya, dan terutama bagi jutaan penggemar olahraga yang kami cintai," lanjut rilis tersebut.
Manajemen klub pemilik 15 trofi Liga Champions itu menyampaikan rasa terima kasih secara terbuka kepada UEFA serta konfederasi dan federasi lain yang secara konsisten menolak proposal komersialisasi tersebut.
"Real Madrid ingin mengucapkan terima kasih kepada UEFA, konfederasi, federasi, dan semua institusi yang dengan tegas serta penuh tanggung jawab menentang proyek ini. Persatuan dan rasa tanggung jawab mereka telah melindungi sepak bola pada momen yang sangat menentukan," tambah pernyataan klub.
Detail Proyek FIFA Forward Enterprise dan Penolakan Internal
Penolakan keras atas rencana FIFA tidak hanya datang dari UEFA. Dua konfederasi besar lainnya, yakni Concacaf dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), secara terbuka menyuarakan keberatan mereka.
Di bawah rancangan awal, Infantino berniat mendirikan entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan ini ditargetkan untuk mengelola seluruh aspek operasional maupun komersial dari turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia pria dan wanita.
Poin utama yang memicu polemik adalah niat FIFA untuk melepas 20 persen saham FFE kepada investor swasta. Rencana ini dinilai berisiko mengikis kontrol publik terhadap ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.
Gelombang penolakan ini juga memicu krisis di internal organisasi FIFA sendiri. Penasihat senior Infantino untuk bidang strategi global dan tata kelola, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk protes.
Cordeiro menilai proposal tersebut sebagai transaksi buruk yang berpotensi merusak masa depan sepak bola. Pada saat yang sama, Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, mengutarakan bahwa jajaran staf administrasi merasa dibohongi terkait penyusunan proyek tersebut.
Aset Publik yang Harus Dilindungi
Dalam bagian akhir pernyataannya, Real Madrid menegaskan peran krusial klub sebagai pondasi utama kelangsungan ajang internasional seperti Piala Dunia.
"Klub-klub lah yang menemukan, membina, mengembangkan, dan menyediakan para pemain bagi tim nasional sehingga kompetisi-kompetisi besar seperti Piala Dunia dapat berlangsung."
Klub berjuluk Los Blancos tersebut mengingatkan bahwa turnamen internasional merupakan warisan publik yang wajib dijaga keutuhannya dari kepentingan komersial belaka.
"Sepak bola tim nasional dan Piala Dunia adalah aset publik yang menjadi milik bangsa-bangsa, para penggemar, dan masyarakat secara keseluruhan."
"Karena itu, kami percaya ajang-ajang tersebut tidak boleh diperlakukan hanya sebagai aset finansial yang diperdagangkan demi keuntungan segelintir pihak," tegas Real Madrid.






