Dominasi Barcelona di kompetisi domestik memicu respons agresif dari rival abadi mereka. Sebagaimana dilansir dari Bola, Real Madrid kini bersiap mengucurkan dana besar-besaran pada bursa transfer untuk merombak kedalaman skuad. Langkah ekstrem tersebut diambil setelah Barcelona berhasil mengamankan lima dari enam trofi domestik terakhir, termasuk merebut gelar juara La Liga dua musim secara beruntun.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menilai perombakan besar menjadi jalan utama untuk merebut kembali tahta Liga Spanyol. Skala pergerakan Los Blancos kali ini diprediksi melampaui proyek restrukturisasi besar pada 2010 silam. Kala itu, Real Madrid mendatangkan deretan bintang demi mematahkan dominasi Barcelona di bawah asuhan Pep Guardiola.
Jose Mourinho kembali dipercaya memegang kendali kepelatihan di Santiago Bernabeu dalam proyek ambisius ini. Pihak manajemen klub memberikan dukungan penuh melalui strategi perburuan pemain yang sangat agresif.
Langkah awal perombakan telah dimulai dengan mengamankan tanda tangan Bernardo Silva serta Ibrahima Konate tanpa biaya transfer. Kehadiran dua pilar berpengalaman tersebut disiapkan untuk memperkuat struktur inti tim. Pengeluaran besar Real Madrid berlanjut dengan menggelontorkan €60 juta atau sekitar Rp 1,14 triliun untuk mendatangkan Marc Cucurella. Manajemen Los Blancos juga membelanjakan €20 juta, setara Rp 381 miliar, guna mengamankan jasa Denzel Dumfries.
Sektor penyerangan turut menjadi prioritas belanja. Real Madrid dikabarkan menyiapkan dana melebihi €100 juta atau sekitar Rp 1,91 triliun untuk memboyong winger RB Leipzig, Yan Diomande. Selain Diomande, nama gelandang Manchester City, Rodri, juga masuk dalam radar perburuan.
Agresivitas musim ini melonjak drastis jika dibandingkan dengan belanja tahun lalu. Pada musim panas sebelumnya, Real Madrid mencatatkan pengeluaran €182,2 juta atau sekitar Rp 3,47 triliun untuk mendaratkan Trent Alexander-Arnold, Franco Mastantuono, Dean Huijsen, dan Alvaro Carreras.
Strategi berbeda justru diterapkan oleh pihak Barcelona. Mengingat tantangan finansial yang dihadapi, tim asal Catalunya tersebut memilih pendekatan bursa transfer yang lebih selektif dan efisien. Barcelona berfokus mengombinasikan pemain muda dari akademi La Masia dengan pembelian yang sangat terukur.
Sejauh ini, mereka mendaratkan Anthony Gordon dari Newcastle United dengan nilai €70 juta atau sekitar Rp 1,33 triliun, serta Karim Adeyemi dari Borussia Dortmund seharga €22 juta atau setara Rp 419 miliar. Meski situasi Julian Alvarez masih belum pasti, pendekatan Barcelona dipastikan tetap konservatif. Perbedaan strategi investasi antara dua raksasa ini dipastikan memper sengit peta persaingan La Liga musim 2026/2027.






