Beli Redmi 9C di Tahun 2026? Cari Tahu Dulu Realita Performanya Sekarang

21 Juni 2026, 13:28 WIB

Keputusan membeli hp Xiaomi 9C di tahun 2026 ini mungkin terasa seperti perjudian besar bagi sebagian orang yang mencari perangkat harian. Ponsel entry-level yang pertama kali menyapa pasar Indonesia beberapa tahun lalu ini kini berada di titik harga yang sangat murah. Namun, harga murah sering kali menuntut kompromi performa yang tidak sedikit.

Saya melihat perangkat ini masih sering berseliweran di pasar ponsel bekas maupun sisa stok baru di beberapa e-commerce. Menilai ponsel berumur seperti ini membutuhkan sudut pandang yang adil, terutama melihat ekosistem aplikasi Android yang semakin berat. Mari kita bedah secara kritis apakah ponsel ini masih layak atau justru hanya akan menjadi beban emosi karena performanya yang lambat.

Membahas hp Xiaomi 9C tidak bisa lepas dari susunan komponen internal yang dibawanya sejak awal rilis. Ponsel ini dirancang untuk mengisi kelas pemula dengan konfigurasi yang sebenarnya cukup standar pada zamannya. Melalui data resmi dari GSM Arena dan situs Mi Indonesia, perangkat ini mengandalkan komponen-komponen berikut.

Spesifikasi Teknis Utama Xiaomi Redmi 9C
Komponen Spesifikasi Resmi
Chipset MediaTek Helio G35 (12 nm)
CPU Octa-core (4×2.3 GHz Cortex-A53 & 4×1.8 GHz Cortex-A53)
GPU PowerVR GE8320
Layar 6,53 inci IPS LCD, resolusi 720 x 1600 piksel (HD+)
Kamera Belakang 13 MP (wide) + 2 MP (macro) + 2 MP (depth)
Kamera Depan 5 MP
Baterai 5000 mAh, pengisian daya 10W
Konektivitas MicroUSB, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth 5.0

Melihat tabel di atas, konfigurasi tersebut terlihat sangat tertinggal untuk standar komputasi zaman sekarang. Penggunaan port MicroUSB dan absennya fitur pengisian daya cepat menjadi catatan awal yang harus Anda terima jika melirik ponsel ini.

Uji Performa MediaTek Helio G35 di Era Aplikasi Modern

Sektor dapur pacu menjadi poin paling krusial yang menentukan kenyamanan pengguna saat mengoperasikan hp Xiaomi 9C. Jantung mekanis MediaTek Helio G35 yang tertanam di dalamnya menggunakan arsitektur Cortex-A53 yang sudah sangat berumur. Proses fabrikasi 12 nanometer yang digunakannya juga tidak bisa dibilang efisien lagi jika dibandingkan dengan chipset modern.

Keterbatasan RAM dan Manajemen Memori MIUI

Varian yang paling banyak beredar di pasaran saat ini adalah model dengan RAM 3 GB atau 4 GB, serta penyimpanan internal 32 GB atau 64 GB. Menurut saya, varian RAM 3 GB sudah sangat tidak layak untuk dijalankan sekarang. Antarmuka MIUI yang terkenal kaya fitur namun berat akan langsung melahap sebagian besar kapasitas RAM yang tersedia.

Ketika saya menganalisis kebutuhan sistem operasi Android modern, sisa RAM yang terlalu sedikit akan membuat ponsel sering melakukan force close pada aplikasi latar belakang. Anda harus bersabar saat berpindah dari aplikasi WhatsApp ke browser, karena kemungkinan besar aplikasi sebelumnya harus memuat ulang dari awal.

Kemampuan Gaming yang Sangat Terbatas

Jangan berharap bisa memainkan game kompetitif dengan lancar di hp Xiaomi 9C ini. GPU PowerVR GE8320 milik ponsel ini hanya mampu menangani game kasual ringan seperti Mobile Legends pada pengaturan grafis terendah. Itu pun Anda harus siap menghadapi penurunan bingkai gambar (frame drop) saat terjadi pertempuran besar di dalam game.

Untuk game yang lebih berat seperti PUBG Mobile atau Genshin Impact, perangkat ini sudah angkat tangan. Lag yang parah dan suhu bodi yang cepat meningkat akan langsung merusak pengalaman bermain Anda sejak menit pertama.

Redmi 9C di 2026: Masih Layak atau Udah Lemot? | SOBAT GADGET

Kualitas Layar dan Desain Bodi yang Cukup Proporsional

Meskipun performanya pas-pasan, sektor eksterior hp Xiaomi 9C sebenarnya tidak terlalu mengecewakan untuk sebuah ponsel murah. Xiaomi memberikan sentuhan desain yang membuat ponsel ini tidak terlihat seperti barang murahan saat digenggam.

Panel IPS LCD dengan Resolusi HD Plus

Layar berukuran 6,53 inci yang diusungnya menggunakan panel IPS LCD dengan resolusi HD+ (720 x 1600 piksel). Berdasarkan informasi dari Technave, layar ini memiliki tingkat kecerahan yang cukup untuk penggunaan di dalam ruangan. Namun, saat dibawa ke bawah terik matahari, Anda akan kesulitan melihat konten di layar karena pantulan yang kuat dan kecerahan yang kurang tinggi.

Ketajaman layarnya juga biasa saja. Jika Anda terbiasa melihat layar beresolusi Full HD+, teks pada layar Redmi 9C akan terlihat sedikit buram di bagian tepinya. Format poni berbentuk tetesan air (dot drop notch) di bagian atas juga mengingatkan kita pada tren desain beberapa tahun lalu.

Material Plastik Bertekstur yang Kokoh

Bodi belakang ponsel ini terbuat dari bahan polikarbonat atau plastik dengan tekstur garis-garis halus. Menurut saya, keputusan Xiaomi menggunakan tekstur ini sangat tepat karena membuat bodi tidak mudah licin dan mampu menyamarkan noda sidik jari. Bobotnya yang berada di kisaran 196 gram terasa solid dan mantap saat dipegang.

Sektor Kamera yang Hanya Sekadar Ada

Xiaomi menyematkan tiga lensa di bagian belakang hp Xiaomi 9C, yang ditempatkan dalam modul berbentuk kotak modular. Konfigurasi ini terdiri dari kamera utama 13 megapiksel, kamera makro 2 megapiksel, dan sensor kedalaman 2 megapiksel. Mari kita bedah kualitas riil dari jepretan kamera ini.

  • Kamera Utama 13 MP: Di bawah kondisi cahaya matahari yang melimpah, kamera ini mampu menghasilkan foto dengan detail yang cukup baik dan warna yang natural. Namun, rentang dinamisnya sempit, sehingga area bayangan sering kali kehilangan detail.
  • Kamera Makro dan Sensor Kedalaman: Dua lensa bonus ini menurut saya hanya sekadar hiasan untuk mempercantik lembar spesifikasi. Kamera makro 2 megapiksel menghasilkan gambar yang penuh dengan noise, sedangkan sensor kedalaman tidak selalu akurat dalam memisahkan latar belakang.
  • Kamera Depan 5 MP: Kamera selfie ponsel ini memiliki kemampuan yang sangat standar. Hasil foto wajah cenderung terlihat halus secara digital dan kehilangan tekstur aslinya, terutama saat kondisi ruangan agak redup.

Hasil rekaman video dari kamera depan maupun belakang maksimal hanya mencapai resolusi 1080p pada kecepatan 30 bingkai per detik. Ketiadaan fitur penstabil gambar elektrik membuat video yang diambil sambil berjalan akan terlihat sangat berguncang.

Daya Tahan Baterai dan Kendala Pengisian Daya

Satu-satunya sektor yang masih bisa dibanggakan dari hp Xiaomi 9C adalah kapasitas baterainya yang mencapai 5000 mAh. Kapasitas masif ini dipadukan dengan chipset hemat daya dan layar beresolusi rendah, menghasilkan efisiensi energi yang sangat baik.

Untuk penggunaan ringan seperti bertukar pesan, menjelajah media sosial tanpa video intensif, dan melakukan panggilan suara, baterai ponsel ini dengan mudah bertahan hingga seharian penuh. Anda tidak perlu sering-sering mencari colokan listrik saat berada di luar rumah.

Namun, keunggulan baterai ini langsung dinodai oleh sistem pengisian dayanya. Ponsel ini hanya mendukung pengisian daya standar 10W melalui port kuno MicroUSB. Proses pengisian daya dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu hampir tiga jam, sebuah durasi yang sangat membosankan untuk standar kenyamanan masa kini.

Kemudahan Perbaikan dan Ketersediaan Suku Cadang

Sebagai ponsel yang sudah lama beredar, hp Xiaomi 9C memiliki satu keuntungan besar dalam hal perawatan. Informasi dari iFixit menunjukkan bahwa arsitektur internal ponsel ini cukup sederhana dan tidak menggunakan lem yang terlalu rumit pada komponen utamanya.

Jika Anda mengalami masalah seperti baterai yang mulai kembung atau layar yang retak karena terjatuh, biaya perbaikannya akan sangat murah. Suku cadang tiruan maupun original untuk perangkat ini melimpah di toko servis pinggir jalan maupun platform belanja daring seperti Tokopedia dan Blibli. Ini menjadi poin plus bagi Anda yang bermodal cekak dan ingin memakai ponsel dalam jangka panjang tanpa pusing memikirkan biaya perawatan.

Kekurangan Fatal yang Wajib Anda Pertimbangkan

Sebelum Anda memutuskan untuk mengeluarkan uang demi hp Xiaomi 9C, ada beberapa kelemahan mendasar yang tidak boleh Anda abaikan. Mengetahui kekurangan ini sejak awal akan menyelamatkan Anda dari rasa penyesalan setelah membeli.

  • Konektivitas Wi-Fi belum mendukung pita frekuensi 5 GHz, sehingga Anda hanya bisa terhubung ke jaringan Wi-Fi 2,4 GHz yang biasanya lebih padat dan lambat.
  • Sistem operasi yang mentok di versi Android lama dan tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan berkala dari Xiaomi, membuat perangkat ini lebih rentan terhadap celah keamanan siber.
  • Kecepatan penyimpanan internal masih menggunakan teknologi eMMC 5.1 yang lambat, berakibat pada proses instalasi aplikasi yang memakan waktu lama.
  • Absennya fitur sensor kompas fisik, yang membuat navigasi menggunakan aplikasi peta sering kali tidak akurat dalam menentukan arah hadap tubuh Anda.

Rekomendasi Akhir Berdasarkan Kondisi Pasar Terkini

Membeli hp Xiaomi 9C dalam kondisi baru maupun bekas membutuhkan pertimbangan yang sangat matang. Ponsel ini jelas bukan untuk semua orang, terutama bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi dan ketergantungan besar pada aplikasi-aplikasi modern yang berat.

Perangkat ini hanya layak dibeli jika peruntukannya sangat spesifik, misalnya sebagai ponsel kedua khusus untuk menerima panggilan telepon bisnis, sebagai perangkat kasir toko kecil, atau untuk anak sekolah yang hanya membutuhkan aplikasi perpesanan dasar. Di luar skenario penggunaan ringan tersebut, memaksakan ponsel ini sebagai perangkat utama hanya akan menguji kesabaran Anda setiap hari karena hambatan performa yang nyata.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang