Putaran kedua V League Korea 2025/26 resmi berakhir setelah laga penutup antara GS Caltex melawan AI Peppers di Jangchung Arena, Seoul. Seperti dilansir dari Papanskor, GS Caltex memenangkan pertandingan tersebut dengan skor telak 3-0 (25-20, 27-25, 25-21). Kemenangan tersebut membawa GS Caltex naik ke peringkat ketiga dengan mengemas 19 poin dari enam kemenangan.
Hasil ini sekaligus menggeser posisi tim-tim lain termasuk Daejeon Jungkwanjang Red Sparks. Red Sparks kini harus menerima kenyataan berada di posisi juru kunci klasemen putaran kedua. Tim yang diperkuat Noh Ran dan kawan-kawan ini mengalami tren negatif berupa tiga kekalahan beruntun di fase akhir putaran kedua.
Hasil minor terakhir didapat Red Sparks saat tumbang 0-3 dari tuan rumah IBK Altos dengan skor set 23-25, 20-25, dan 16-25. Ini menjadi kekalahan kedelapan bagi Red Sparks dari dua putaran awal musim ini.
Secara keseluruhan, Red Sparks baru mengumpulkan 10 poin pada putaran kedua musim ini. Angka tersebut menurun drastis dibandingkan periode yang sama musim lalu, ketika mereka mampu menduduki peringkat keempat dengan 18 poin. Penurunan performa ini juga terlihat dari produktivitas poin set yang merosot hingga 84 poin. Berkurangnya poin set ini berdampak langsung pada efektivitas serangan, pemblokiran, dan servis tim.
Krisis Lini Serang dan Absennya Pemain Kunci
Musim ini, tumpuan serangan tim asal Daejeon tersebut bertumpu pada Elisa Zanette yang mencetak 223 poin. Pencetak poin terbanyak kedua diisi oleh Lee Seon-woo dengan raihan 178 poin. Kombinasi kedua pemain tersebut menghasilkan 401 poin atau sekitar 42,3 persen dari total poin tim. Jumlah ini tertinggal jauh dari duet Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic musim lalu yang mampu menyumbang 555 poin atau 53,8 persen bagi tim.
Kondisi ini diperparah karena Red Sparks hanya bermain dengan satu pemain asing dari kuota regulasi KOVO. Hal tersebut terjadi lantaran pemain asing Asia mereka, Wipawee Srithong, belum pulih dari cedera lutut. Selain lini serang yang minimalis, Red Sparks kehilangan ritme karena absennya setter utama sekaligus kapten tim, Yeum Hye-seon.
Posisi pengatur serangan kini diambil alih oleh setter muda berusia 20 tahun, Choi Seo-hyun. Kombinasi masalah stabilitas penerimaan bola pertama dan minimnya pengalaman jam terbang setter muda membuat pasokan umpan ke lini depan menjadi kurang optimal. Red Sparks dijadwalkan akan memulai putaran ketiga dengan menghadapi IBK Altos.







