Membuat kue tradisional mirip pare yang lembut manis sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pencinta kuliner Nusantara karena adonannya yang mudah mengeras atau lengket saat dikukus. Kue pare, atau yang akrab disebut sebagai papare, pepare, atau wadai papari oleh masyarakat lokal, merupakan kue tradisional khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jajanan pasar ini memiliki keunikan visual karena bentuknya menyerupai sayur pare, namun rasanya sama sekali tidak pahit melainkan manis, legit, dan sangat mulur di lidah.
Dari pengalaman saya menangani pembuatan berbagai jenis kue basah, banyak pemula mengeluhkan bentuk kue yang melorot atau tekstur kulit yang terlalu kenyal seperti karet setelah dingin.
Kunci utama keberhasilan resep kue pare banjarmasin terletak pada keseimbangan takaran cairan, penggunaan air kapur sirih, serta teknik pengukusan yang tepat agar bentuk guratannya tetap terjaga kokoh. Sebelum mulai mengeksekusi resep ini di dapur, Anda perlu menyiapkan seluruh bahan yang terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bahan kulit, bahan isian unti kelapa, dan bahan olesan.
Sesuai dengan catatan kuliner dari Odi, seorang penikmat jajanan pasar yang dilansir oleh food.detik.com, kue ini memiliki cita rasa yang lembut dan manis, serta menggunakan bahan-bahan yang sangat sederhana dan murah. Durasi pembuatan kue ini membutuhkan waktu sekitar 60 menit dengan tingkat kesulitan sedang, serta menghasilkan 6 porsi siap saji.
Komposisi Bahan Kulit Kue
- 250 gram tepung ketan putih berkulitas baik
- 200 mililiter santan sedang
- 1 sendok makan tepung terigu
- 3 sendok makan air daun pandan suji atau 1 sendok teh pasta pandan
- 1 sendok makan air kapur sirih
- 1/2 sendok teh garam
Komposisi Bahan Isi (Unti Kelapa)
- 150 gram kelapa setengah tua yang diparut memanjang
- 100 gram gula merah yang disisir halus
- 1 sendok makan gula pasir
- 1 lembar daun pandan yang dipotong-potong
- 1/2 sendok teh garam
Bahan Olesan Akhir
- 100 mililiter minyak sayur
| Kategori Bahan | Komponen Utama | Takaran Resep |
|---|---|---|
| Adonan Kulit | Tepung Ketan Putih | 250 gram |
| Adonan Kulit | Santan Sedang | 200 mililiter |
| Adonan Kulit | Tepung Terigu | 1 sendok makan |
| Adonan Kulit | Air Kapur Sirih | 1 sendok makan |
| Isian Unti | Kelapa Parut | 150 gram |
| Isian Unti | Gula Merah | 100 gram |
| Olesan | Mnyak Sayur | 100 mililiter |
Langkah Kerja Membuat Kue Pare Isi Unti Kelapa
Proses pembuatan wadai papare kalimantan selatan ini harus dilakukan secara berurutan mulai dari memasak isian kelapa hingga membentuk adonan kulit agar efisiensi waktu tetap terjaga.
Kesalahan umum yang saya lihat adalah membuat kulit terlebih dahulu sebelum isian selesai, yang menyebabkan adonan tepung ketan menjadi kering dan pecah-pecah saat dipulung.
Ikuti panduan langkah demi langkah berikut ini untuk mendapatkan hasil akhir kue yang mulur dan sedap dipandang mata.
- Masak semua bahan isian meliputi kelapa parut, gula merah, gula pasir, potongan daun pandan, dan garam di atas api kecil hingga airnya menyusut dan teksturnya menjadi kesat, lalu sisihkan sampai dingin.
- Campurkan tepung ketan putih, tepung terigu, dan garam ke dalam wadah bersih, lalu aduk hingga rata.
- Tuang santan sedang sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sembari memasukkan air daun pandan suji serta air kapur sirih.
- Uleni adonan kulit menggunakan tangan secara perlahan sampai teksturnya kalis dan mudah dibentuk.
- Ambil sejumput adonan kulit, pipihkan, lalu beri isian unti kelapa secukupnya di bagian tengah adonan.
- Tutup rapat adonan kulit hingga membungkus isian secara sempurna, kemudian bentuk menjadi lonjong menyerupai buah pare.
- Gunakan punggung pisau atau sendok untuk membuat guratan-guratan melintang di permukaan kue agar menyerupai tekstur kulit pare yang asli.
- Alasi setiap adonan yang sudah dibentuk dengan selembar daun pisang yang telah diolesi sedikit minyak sayur agar tidak menempel.
- Panaskan kukusan, lalu kukus kue pare selama kurang lebih 15 menit menggunakan api sedang hingga matang merata.
- Angkat kue dari dalam kukusan, lalu segera olesi permukaannya dengan minyak sayur selagi panas agar tampilannya mengilap dan teksturnya tetap lembut.
Solusi Mengatasi Masalah Saat Mengukus Wadai Papari
Banyak pemula yang bingung mengenai "cara membuat kue pare agar tidak lengket" atau mengapa bentuknya kerap meleber dan kehilangan guratan cantiknya saat keluar dari kukusan.
Berdasarkan pengalaman saya di dapur, kunci utama dari masalah bentuk kue yang meleber adalah penggunaan api yang terlalu besar saat mengukus, sehingga uap air menekan adonan ketan secara berlebihan.
Buka tutup kukusan setiap 5 menit sekali untuk membuang uap panas yang berlebih, sehingga suhu di dalam panci pengukus tetap stabil dan guratan kue tidak hilang.
Penggunaan air kapur sirih dalam adonan kulit bukan sekadar pelengkap, melainkan rahasia penting untuk memberikan tekstur kenyal yang pas dan menjaga struktur kue tetap kokoh setelah matang.
Pertanyaan lain yang sering muncul dari para ibu di rumah adalah "bagaimana cara membentuk wadai papari pake garpu" jika tidak memiliki keahlian memahat dengan pisau.
Caranya sangat mudah, Anda cukup menekan perlahan punggung garpu secara membujur atau melintang di atas adonan lonjong yang sudah diisi unti kelapa hingga membentuk barisan guratan yang rapi.
Pastikan Anda tidak menekan terlalu dalam agar adonan kulit tidak bocor dan melukai isian gula merah di dalamnya, yang bisa membuat tampilan kue menjadi kotor.
Variasi Modifikasi Resep Wadai Papare Khas Banjar Kukus
Bagi Anda yang ingin mengeksplorasi cita rasa lain, resep wadai papare khas banjar kukus ini juga dapat dimodifikasi dengan menambahkan bahan pangan lokal lain seperti kentang. Merujuk pada catatan resep alternatif yang dibagikan oleh para pengguna di Cookpad, penggunaan satu buah kentang yang dikukus dan dihaluskan ke dalam adonan tepung ketan dapat menghasilkan kulit kue yang jauh lebih empuk dan tahan lama. Selain itu, untuk memperkaya komponen hidangan, kue tradisional ini juga kerap disajikan berendam bersama vla santan kental yang gurih gurih manis.
Sari pandan murni yang dibuat dari kombinasi 8 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan wangi yang diblender dengan 100 mililiter air akan menghasilkan warna hijau pekat alami yang sangat menggugah selera tanpa perlu pewarna buatan.
Sentuhan akhir berupa siraman vla santan kental yang dimasak bersama tepung beras dan daun pandan akan memberikan kontras rasa asin gurih yang sangat serasi dengan manisnya unti kelapa di dalam wadai papari.






