Ganda Putra Rian/Yeremia Belum Berhasil Raih Kemenangan di China Masters 2025

21 Juni 2026, 15:16 WIB

Debut pasangan baru ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Rambitan, belum membuahkan hasil manis pada turnamen China Masters 2025. Dikutip dari Papanskor, turnamen BWF World Tour level Super 750 ini menjadi panggung perdana bagi Rian Ardianto/Yeremia Rambitan yang tampil bersama tiga ganda putra Indonesia lainnya. Berdasarkan jadwal China Masters 2025, ganda putra anyar ini langsung berhadapan dengan unggulan ketiga asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, di Shenzhen Arena, Shenzhen, China, pada Selasa (16/9).

Rian/Yeremia sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit, namun mereka harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah lewat drama setting point di game penentuan.

Pasangan Indonesia tampil menekan sejak awal game pertama hingga berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor 21-12. Meski demikian, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin yang sempat menduduki peringkat satu dunia pada Juli lalu bangkit dan merebut game kedua dengan skor 21-11.

Persaingan ketat terjadi pada game penentuan hingga kedudukan sempat imbang 20-20, sebelum akhirnya Rian/Yeremia kalah tipis 20-22. "Pertama-tama mengucap syukur bisa bermain dengan lancar dan tanpa cedera. Pertandingan hari ini di gim pertama kami sudah sangat nyaman, sudah menemukan pola permainan yang tepat," kata Rian kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

"Tapi di gim kedua yang seharusnya bisa lebih enak, karena posisi menang angin malah jadi berubah polanya dan membuat lawan bisa lebih percaya diri," kata Rian. Rian juga mengungkapkan, mereka tampil tanpa beban pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 750 ini. Kondisi tersebut membuat mereka mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik di lapangan, meski mereka menyadari masih perlu meningkatkan keyakinan pada setiap pukulan.

Beberapa kali bola mudah justru terbuang sia-sia, yang kemudian dijadikan catatan penting sebagai bahan evaluasi dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

Sementara itu, Yeremia menilai bahwa mereka masih kesulitan menemukan pola permainan yang tepat selepas interval di game penentuan. Situasi bingung dalam menentukan strategi membuat perolehan poin mereka sempat tertinggal cukup jauh dari pasangan Malaysia. "Setelah tertinggal jauh, kami coba bermain lebih fokus dan nothing to lose saja. Main dari servis lalu sambungan bola kedua dan ketiganya harus siap," kata Yeremia.

"Sayang, setelah setting, kami tidak bisa terus memanfaatkan momentum," kata Yeremia.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang