Unggahan seorang anak mengenai dugaan penolakan ibunya oleh Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr H Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung viral di media sosial pada Rabu (5/8/2026), dilaporkan detikSumbagsel dilansir dari Detikcom. Pasien yang kemudian dirujuk ke rumah sakit lain tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah dinyatakan kritis akibat serangan stroke dan membutuhkan transfusi darah.
Pihak keluarga menyampaikan rasa kecewa mendalam terhadap penanganan medis yang mereka terima di lokasi kejadian. Unggahan tersebut menyoroti penilaian petugas medis yang menganggap kondisi pasien belum masuk dalam kategori darurat medis.
"Dear RS Abdul Moeloek, mama saya yang kamu tolak di IGD yang katanya kondisinya nggak darurat itu sekarang sudah meninggal," tulis pemilik akun dalam unggahannya.
Keluarga juga menyoroti kepekaan serta empati dari para tenaga kesehatan saat memberikan penjelasan terkait kondisi pasien di lokasi. Setelah ditolak, pasien dibawa ke rumah sakit lain dan didiagnosis mengalami stroke serta membutuhkan penanganan medis intensif berupa empat kantong darah.
Menanggapi kabar viral yang beredar, manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan penolakan pelayanan terhadap pasien bernama Zulaiha (52) tersebut. Pemeriksaan medis awal diklaim tetap dilakukan oleh petugas jaga IGD saat pasien tiba.
"Dari hasil investigasi kami, tidak benar ada penolakan. Semua pasien yang datang ke Rumah Sakit Abdul Moeloek selalu kami terima. Ibu Zulaiha juga diterima dan dilakukan pemeriksaan di IGD," ucap Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUDAM dr. Yusmaidi.
Hasil pemeriksaan internal menunjukkan pasien memiliki riwayat penyakit kronis sebelum mendatangi instalasi gawat darurat. Pihak RSUDAM menyatakan tetap membuka diri untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas pelayanan medis serta komunikasi staf kepada keluarga pasien.






