Pelatih asal Portugal, Ruben Amorim, resmi memimpin tur pramusim AC Milan di Australia pada Selasa (28/7/2026) usai ditunjuk menjadi pelatih kepala Rossoneri bulan lalu, sebagaimana dilansir dari Bola.
Keputusan AC Milan merekrut Amorim terjadi setelah manajer tersebut dipecat oleh Manchester United pada Januari 2026 akibat perselisihan dengan jajaran pimpinan klub pascamatch melawan Leeds United di Elland Road. Selama menukangi Setan Merah, ia mencatatkan rekor buruk dengan persentase kemenangan Liga Inggris terendah sepanjang sejarah klub yakni 32 persen, kebobolan rata-rata 1,53 gol per laga, dan nirbobol hanya 15 persen.
Dalam wawancara bersama Sky Italia, Amorim mengungkapkan pimpinan AC Milan melihat kegagalan dan refleksi dirinya di Manchester United sebagai pertimbangan utama perekrutan.
"Mereka menunjuk saya karena merasa saya adalah orang yang tepat untuk gaya bermain yang saya inginkan. Mereka juga melihat pengalaman saya di klub besar seperti Manchester United dan refleksi yang saya sampaikan saat berdiskusi dengan Mr. Cardinale," ujar Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Manajemen klub menilai kesiapan Amorim tidak hanya ditempa oleh deretan prestasi, tetapi juga pemahaman mendalam dari pengalaman pahit masa lalu.
"Mereka memahami bahwa saya siap untuk pekerjaan ini bukan hanya karena keberhasilan yang pernah saya raih, tetapi juga karena kegagalan yang saya alami. Saya pikir itu sangat membantu dalam proses pembicaraan kami," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Mengenai periode kepemimpinannya di Old Trafford, Amorim enggan terlarut dalam evaluasi masa lalu dan memilih berfokus pada pekerjaan barunya di Italia.
"Hal pertama adalah itu sudah tidak penting lagi. Semua itu adalah masa lalu. Situasi berubah dan sekarang saya fokus pada tantangan berikutnya," ucap Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Kesadaran akan kekhilafan pribadi diakuinya menjadi poin penting untuk pertumbuhan kapasitasnya sebagai manajer sepak bola profesional.
"Saya belajar banyak. Sulit menunjuk satu penyebab utama, tetapi yang paling saya pahami sekarang adalah saya membuat banyak kesalahan. Ketika Anda menyadari bahwa bukan hanya kesalahan orang lain, tetapi juga kesalahan diri sendiri, saya rasa Anda bisa menjadi pelatih dan pribadi yang lebih baik," tegas Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Meski kariernya di Inggris berakhir singkat, Amorim mengaku bangga pernah dipercaya mengarsiteki Manchester United sebelum akhirnya memimpin klub yang didukungnya sejak kecil.
"Saya merasa sangat terhormat pernah menjadi manajer Manchester United. Namun sekarang saya berada di Milan," tutur Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Juru taktik baru Rossoneri ini juga telah berdiskusi dengan deretan legenda klub seperti Daniele Massaro dan Franco Baresi untuk memahami kebudayaan serta sejarah organisasi.
"Saya sudah berbicara dengan beberapa legenda klub seperti Daniele Massaro dan Franco Baresi. Kali ini lebih mudah bagi saya karena sejak kecil saya memang pendukung Milan," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Ia menegaskan komitmennya untuk membangun era baru di AC Milan dan berharap masa bakti di San Siro menjadi penutup karier kepelatihannya.
"Saya memahami budaya dan sejarah klub ini. Namun, itu semua adalah masa lalu. Tujuan kami adalah menciptakan masa depan yang baru.
Saya senang menangani tim yang sedang berjuang karena kami ingin membangun sesuatu yang besar. Jika ini menjadi destinasi terakhir dalam karier saya, saya akan sangat bahagia karena melatih Milan adalah sebuah mimpi," lanjut Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.






