Rupiah Bertahan di Level Rp17.921 per Dolar AS pada Akhir Pekan

19 Juli 2026, 09:03 WIB

Nilai tukar rupiah bertahan di posisi Rp17.921 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan, Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 09.30 WIB. Mata uang Garuda berhasil mempertahankan posisi kuat tersebut setelah mencatatkan apresiasi signifikan pada sesi penutupan perdagangan harian sebelumnya.

Menurut laporan pasar uang yang dilansir dari Akurat.co, posisi rupiah yang stabil di akhir pekan ini memperpanjang tren positif setelah sempat tertekan selama beberapa pekan terakhir. Penguatan ini menjadi sentimen positif bagi pasar domestik di tengah fluktuasi ekonomi global yang dinamis.

Pada perdagangan formal terakhir di pasar spot hari Jumat, 17 Juli 2026, mata uang rupiah ditutup menguat signifikan sebesar 65 poin atau setara 0,36 persen menuju level Rp17.921 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan ini menunjukkan pembalikan arah yang kuat dari tekanan yang terjadi pada awal pekan.

Bila melihat data historis sepekan, posisi rupiah secara konsisten mengalami perbaikan yang terukur dari hari ke hari. Berdasarkan rekaman data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, tren penguatan ini mulai terlihat sejak pertengahan pekan.

Statistik Kurs Acuan BI

Melansir data dari Investor.id, pergerakan kurs acuan menunjukkan apresiasi rupiah yang stabil terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Berikut adalah rincian pergerakan nilai tukar berdasarkan data resmi yang dirilis:

Tabel Pergerakan Kurs JISDOR Bank Indonesia Juli 2026
Tanggal Referensi Kurs JISDOR (per Dolar AS)
14 Juli 2026 Rp18.099
15 Juli 2026 Rp18.064
16 Juli 2026 Rp18.041

Kronologi Fluktuasi Perdagangan Spot

Pada perdagangan Jumat pagi pukul 09.05 WIB, mata uang rupiah sebenarnya langsung dibuka menguat tipis sebanyak 6 poin atau sekitar 0,03 persen ke level Rp17.980 per dolar AS. Investor langsung merespons positif pembukaan perdagangan tersebut.

Hingga pukul 09.45 WIB, nilai tukar rupiah terpantau berada di kisaran stabil pada level Rp17.980 per dolar AS. Rentang fluktuasi pada pagi hari bergerak dinamis di antara Rp17.986 hingga Rp18.030 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level tertinggi di Rp17.958 per dolar AS atau menguat hingga 28 poin.

Rupiah Bergerak ke Level Rp18.015 per Dolar AS | METRO TV

Aktivitas penguatan ini sejalan dengan rilis indikator makroekonomi domestik yang solid. Bank Indonesia merilis data kuartal II-2026 yang menunjukkan kenaikan Saldo Bersih Tertimbang nasional sebesar 12,97 persen, memberikan kepastian fundamental yang kuat di pasar.

Dampak Positif ke Pasar Modal

Penguatan tajam nilai tukar rupiah ini langsung memberikan stimulus positif pada sektor pasar modal dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan reli yang seirama dengan penguatan mata uang lokal.

Berdasarkan data perdagangan saham pada Jumat pukul 09.45 WIB, IHSG tercatat menguat 0,43 persen ke level 6.134,32. Geliat beli bersih investor asing turut menopang performa indeks saham domestik sepanjang hari.

Hingga sesi penutupan pasar modal, IHSG akhirnya berakhir melonjak sebesar 1,10 persen dan parkir di level 6.175,54. Kondisi ekosistem keuangan yang stabil ini diharapkan dapat menjaga iklim investasi di sektor riil nasional tetap kondusif.

Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Dengan penutupan pasar di akhir pekan ini, para pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada pembukaan perdagangan awal pekan depan untuk melihat apakah penguatan ini dapat dipertahankan atau tidak.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang