Rupiah Melemah ke Rp17.960 per Dolar AS Akibat Defisit Perdagangan

4 Juli 2026, 09:01 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Sabtu, 4 Juli 2026, masih tertahan di kisaran Rp17.960 per dolar AS setelah mengalami tekanan sepanjang pekan ini. Berdasarkan data penutupan pasar perdagangan terakhir, mata uang Garuda belum mampu keluar dari tren pelemahan moderat akibat sentimen buruk rilis data ekonomi domestik.

Pelemahan ini melengkapi catatan kerugian mingguan rupiah yang tergerus sekitar 0,3 persen dari pekan sebelumnya. Kondisi pasar finansial dalam negeri saat ini sedang diuji oleh pembalikan arah instrumen makroekonomi yang kurang menguntungkan bagi penguatan nilai tukar.

Berdasarkan data ekonomi teranyar, penurunan nilai tukar rupiah ke dollar dipicu oleh beban defisit perdagangan pertama Indonesia sejak April 2020. Faktor penekan ini diperparah oleh adanya kontraksi tajam yang terjadi pada aktivitas manufaktur nasional sepanjang bulan lalu.

Meskipun demikian, jika melihat pergerakan harian terdekat di pasar spot, kurs USD/IDR sempat berada di angka 17.948,4000 pada 2 Juli 2026. Angka tersebut mencerminkan sedikit penguatan atau hanya turun tipis sebesar 0,01 persen dari sesi sebelumnya sebelum kembali bergerak ke kisaran Rp17.960.

Tren Historis dan Grafik Tertinggi Rupiah

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, performa mata uang Indonesia sejatinya sempat mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,03 persen. Namun, dalam periode jangka panjang 12 bulan terakhir, rupiah tercatat sudah melemah sebesar 10,61 persen terhadap greenback.

Secara historis dalam rentang periode panjang tahun 1994 hingga 2026, grafik harga dollar ke rupiah tertinggi sepanjang masa atau all-time high berada di angka 18.234,00 yang baru saja tercapai pada Juni 2026 lalu. Sementara itu, titik terendah historis rupiah berada di angka 2.096,00 per dolar AS.

Data Pergerakan Historis dan Indikator Ekonomi Utama
Indikator Ekonomi Periode / Catatan Nilai / Persentase
Kurs USD/IDR Spot 2 Juli 2026 17.948,4000
Kisaran Perdagangan Akhir Pekan Jumat Akhir Pekan Rp17.960
Titik Tertinggi Sepanjang Masa (ATH) Juni 2026 18.234,00
Tingkat Inflasi Tahunan Juni 2026 3,34 persen
Suku Bunga Acuan BI Juni 2026 5,75 persen
Tingkat Pengangguran Terbuka Maret 2026 4,68 persen

Faktor Pendukung Kondisi Moneter Dalam Negeri

Banyak pelaku pasar yang mempertanyakan "kenapa rupiah melemah terhadap dollar" di tengah upaya intervensi moneter yang terus berjalan. Berdasarkan laporan Trading Economics, fundamental ekonomi domestik saat ini memang menunjukkan tantangan dari sisi inflasi dan suku bunga yang merangkak naik.

Tingkat inflasi Indonesia tercatat berada di angka 3,34 persen pada Juni 2026, mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di posisi 3,08 persen. Menanggapi tekanan inflasi ini, Bank Indonesia juga telah mengerek suku bunga acuan ke angka 5,75 persen pada Juni 2026, naik dari periode sebelumnya sebesar 5,50 persen.

Pembaruan Kurs Rupiah Hingga Harga Emas Antam | tvOneNews

Di sisi lain, terdapat sentimen positif dari pasar tenaga kerja domestik yang menahan kejatuhan rupiah lebih dalam. Tingkat pengangguran di Indonesia tercatat berada di angka 4,68 persen pada Maret 2026, mengalami penurunan yang cukup baik dari periode sebelumnya sebesar 4,85 persen.

Prediksi Kurs Dollar ke Rupiah Tahun Ini

Berdasarkan model makro global Trading Economics dan ekspektasi para analis pasar uang, prediksi kurs dollar ke rupiah tahun ini diperkirakan akan mengalami sedikit pelandaian atau penguatan tipis di masa depan. Mata uang rupiah diproyeksikan akan diperdagangkan pada angka 17.696,29 pada akhir kuartal ini.

Selanjutnya, untuk jangka panjang dalam waktu 12 bulan ke depan, nilai tukar mata uang Garuda diprediksi berada di angka 17.555,36 per dolar AS. Para pelaku usaha kini terus mencermati pergerakan pasar forward dan kebijakan perdagangan internasional guna memitigasi risiko volatilitas valuta asing yang masih tinggi.

Informasi mengenai nilai tukar dan indikator ekonomi ini bukan merupakan saran investasi atau panduan transaksi formal. Nilai mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar finansial global dan domestik. Pantau informasi kurs resmi dari otoritas perbankan sebelum mengambil keputusan finansial.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang