Rupiah Melemah Empat Hari Beruntun Jelang Perdagangan Kamis 25 Juni 2026

25 Juni 2026, 09:01 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/6/2026) sore, menandai tren penurunan selama empat hari beruntun akibat tekanan indeks dolar global yang terus menguat. Kondisi ini membuat para pelaku pasar mencermati prediksi kurs rupiah besok pagi pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026 yang diperkirakan masih berada dalam zona merah.

Berdasarkan data pasar spot Reuters, mata uang garuda ditutup melemah sebesar 0,50 persen ke level Rp17.925 per dolar AS. Sementara itu, data dari Refinitiv mencatat pergerakan nilai tukar rupiah terbaru sepanjang hari berada pada rentang Rp17.900 hingga Rp17.955 per dolar AS. Pelemahan ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar menjelang akhir pekan.

Pelemahan mata uang domestik tidak hanya terjadi di pasar spot konvensional, tetapi juga tercermin pada kurs referensi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas moneter. Pertanyaan publik mengenai "kenapa rupiah melemah" terus mengemuka seiring dengan pergeseran angka yang mendekati psikologis baru.

Kurs JISDOR Bank Indonesia Turut Merosot

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat rupiah berada di level Rp17.955 per dolar AS pada hari Rabu. Angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 0,48 persen jika dibandingkan dengan posisi hari Selasa, 23 Juni 2026 yang berada di level Rp17.868 per dolar AS.

Pergerakan Awal Sejak Pembukaan Pasar

Sejak pembukaan perdagangan pagi hari pukul 09.05 WIB, tekanan terhadap mata uang nasional sudah mulai terlihat. Data Bloomberg menunjukkan rupiah langsung dibuka melemah sebesar 83 poin atau 0,46 persen ke level Rp17.945 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup di posisi yang lebih rendah pada sore hari.

Data Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (Juni 2026)
Indikator Pasar Selasa (23/6/2026) Rabu (24/6/2026) Perubahan (%)
Kurs JISDOR BI Rp17.868 Rp17.955 +0,48%
Penutupan Spot (Refinitiv) Rp17.836 Rp17.925 +0,50%
Titik Terendah Spot Rp17.955

Faktor Global Menjadi Penyebab Utama Tekanan Kurs Rupiah ke Dolar

Penyebab utama dari lesunya performa rupiah adalah keperkasaan indeks dolar AS (DXY) di pasar global. Lonjakan mata uang Negeri Paman Sam tersebut secara otomatis menekan mata uang negara-negara berkembang termasuk Indonesia, meskipun suku bunga domestik sebelumnya telah dikerek sebesar 100 bps untuk menjaga stabilitas pasar.

Indeks dolar AS tercatat menguat 0,14 persen ke level 101,547 pada pukul 15.00 WIB, setelah sempat naik 0,38 persen menjadi 101,39. Kenaikan ini dipicu oleh pergerakan hari sebelumnya yang sempat menyentuh level tertinggi sejak Mei 2025 di posisi 101,42. Keperkasaan dolar AS ini tidak hanya memukul rupiah, tetapi juga menekan mata uang utama dunia lainnya seperti Euro yang turun 0,41 persen menjadi US$1,138 per dolar AS.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Melemah, Ini Penyebabnya | CNBC Indonesia

Prediksi Perdagangan Besok Pagi

Melihat tren pergerakan yang ada, sejumlah analis pasar keuangan memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 25 Juni 2026 masih akan menghadapi tekanan berat. Fluktuasi di pasar global diproyeksikan tetap memengaruhi minat investor terhadap aset-aset berbasis risiko di dalam negeri.

Informasi mengenai kurs mata uang ini bukan merupakan saran investasi atau perdagangan formal. Nilai tukar mata uang bersifat sangat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Pastikan Anda memantau informasi harga resmi dari otoritas moneter sebelum mengambil keputusan finansial.

Berdasarkan proyeksi pasar terbaru yang dirilis oleh para analis di Market Bisnis, pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026 diperkirakan akan ditutup melemah lebih lanjut. Rentang pergerakan diprediksi akan berada di kisaran antara Rp17.950 sampai dengan Rp18.020 per dolar AS.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang