Rupiah Melemah ke Rp18.012 per Dolar AS pada Jumat Pagi

26 Juni 2026, 09:01 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,07 persen ke level Rp18.012 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi (26/6/2026) pukul 08.17 WIB. Pelemahan ini terjadi setelah mata uang Garuda dibuka pada posisi Rp17.999 per dolar AS akibat tekanan sentimen inflasi global.

Kondisi pasar keuangan Asia bergerak selaras dengan penurunan nilai kontrak rupiah. Berdasarkan data Bloombergtechnoz, arah kebijakan inflasi Amerika Serikat mengubah haluan pergerakan mata uang di kawasan Asia, sehingga membuat posisi rupiah menjadi rawan terpeleset sejak awal pembukaan perdagangan.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia lainnya juga ikut tertekan terhadap dolar AS pada Jumat pagi ini. Pelemahan terdalam dialami oleh won Korea Selatan, disusul oleh ringgit Malaysia dan baht Thailand yang sama-sama tergelincir ke zona merah.

Tekanan dari indeks dolar AS membuat mata uang regional tidak berdaya. Berikut adalah data persentase pelemahan beberapa mata uang utama Asia terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat pagi:

  • Won Korea Selatan melemah sebesar 0,34 persen.
  • Ringgit Malaysia mengalami penurunan sebesar 0,17 persen.
  • Baht Thailand terdepresiasi sebesar 0,13 persen.
  • Rupiah Indonesia melemah sebesar 0,07 persen.
Nilai Tukar Rupiah Menguat Terhadap USD Seiring Rebound IHSG | CNBC Indonesia

Konteks Pergerakan Rupiah Hari Sebelumnya

Pelemahan pada Jumat pagi ini berbanding terbalik dengan pencapaian rupiah pada hari sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (25/6/2026), rupiah di pasar spot sebenarnya sempat ditutup menguat tipis 0,05 persen atau naik 9 poin ke level Rp17.943 per dolar AS setelah empat hari berturut-turut mengalami tekanan berat.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Bank Indonesia juga mencatat penguatan harian. Kurs referensi bank sentral tersebut menunjukkan rupiah menguat 0,07 persen secara harian menuju level Rp17.942 per dolar AS pada sore hari menjelang penutupan pasar.

Sementara itu, data dari Refinitiv mencatat pergerakan yang tidak jauh berbeda pada Kamis sore. Rupiah ditutup pada posisi Rp17.915 per dolar AS dengan rentang pergerakan yang cukup dinamis di kisaran Rp17.910 hingga Rp17.970 per dolar AS sepanjang hari.

Statistik Transaksi Bank Indonesia

Kurs transaksi Bank Indonesia pada Kamis pagi mencatatkan nilai USD/IDR di angka Rp17.954,5. Sepanjang hari tersebut, transaksi berjalan pada kisaran harian Rp17.952 hingga Rp17.954 per dolar AS dengan rentang pergerakan total yang melebar antara Rp17.856 sampai Rp18.037 per dolar AS.

Perkembangan Indeks Dolar AS

Indeks dolar AS atau DXY sempat menunjukkan tanda-tanda melandai sebelum melonjak kembali. Pada perdagangan Kamis, indeks DXY ditutup melemah 0,10 persen ke posisi 101,51, sedangkan pantauan pada pukul 15.00 WIB berada di level 101,581 setelah sebelumnya sempat menyentuh level 101,8 pada hari Rabu.

Rangkuman Data Kurs Historis

Fluktuasi yang terjadi selama beberapa hari terakhir menunjukkan ketidakpastian pasar yang tinggi. Melemahnya rupiah pada Rabu (24/6/2026) sebesar 0,52 persen atau setara 93 poin ke level Rp17.952 menjadi pemicu awal rentannya posisi mata uang domestik.

Berikut adalah tabel perbandingan posisi penutupan nilai tukar rupiah dan indeks dolar AS dalam beberapa hari terakhir berdasarkan data resmi pasar keuangan:

Tabel Pergerakan Nilai Tukar Rupiah dan Indeks Dolar AS (DXY)
Hari dan Tanggal Posisi Penutupan Rupiah (per Dolar AS) Indeks Dolar AS (DXY)
Rabu, 24 Juni 2026 Rp17.952 101,8
Kamis, 25 Juni 2026 Rp17.943 101,51
Jumat, 26 Juni 2026 (Pagi) Rp18.012

Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga serta kurs resmi dari pemerintah maupun Bank Indonesia.

Pelaku pasar saat ini terus mencermati rilis data ekonomi makro dari Amerika Serikat yang menjadi motor penggerak utama penguatan indeks DXY. Perubahan proyeksi inflasi global memicu investor untuk cenderung mengamankan aset dalam bentuk mata uang dolar AS, sehingga menekan nilai tukar negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang