Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Bank Mandiri BRI BCA dan BNI Perbarui Kurs

28 Juni 2026, 09:06 WIB

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan hari ini, Minggu, 28 Juni 2026. Kondisi ini memicu bank-bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melakukan penyesuaian angka pada papan kurs mereka. Pelemahan mata uang garuda ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku usaha dan masyarakat yang kerap bertransaksi menggunakan valuta asing.

Berdasarkan tren pasar modal terupdate, pergerakan sentimen global masih mendominasi fluktuasi nilai tukar di sejumlah bank domestik. Bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi valas, sangat penting untuk memantau perbedaan angka beli dan jual yang ditetapkan oleh masing-masing perbankan nasional. Angka perdagangan mata uang ini terus disesuaikan mengikuti dinamika pasar keuangan global yang bergerak dinamis.

Kondisi pelemahan mata uang rupiah belakangan ini terekam jelas dalam transaksi antarbank, di mana posisi mata uang paman sam terus menekan mata uang lokal. Emiten perbankan raksasa seperti Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI menerapkan tingkat harga yang bervariasi untuk kurs e-rate maupun bank notes.

Tabel Perbandingan Kurs Valas Perbankan

Berikut adalah visualisasi perbandingan pergerakan nilai tukar mata uang asing yang disesuaikan dengan data operasional perbankan di tanah air.

Daftar Kurs Transaksi Dolar AS Perbankan
Nama Lembaga Perbankan Kurs Jual Kurs Beli
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Tersedia Tersedia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Tersedia Tersedia
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tersedia Tersedia
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Tersedia Tersedia

Faktor Pemicu Depresiasi Mata Uang Rupiah

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Investor ID, pergerakan nilai tukar rupiah sebelumnya sempat dibuka melemah hingga 69 poin atau sekitar 0,39% menuju level Rp17.928 per dolar AS. Pada waktu yang bersamaan, indeks dolar AS justru merangkak naik sebesar 0,01% ke level 101,41.

Dampak penekanan ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan juga berimbas secara merata ke sejumlah mata uang di kawasan Asia. Data perdagangan menunjukkan bahwa mata uang Yen Jepang ikut terdepresiasi sebesar 0,02%, Won Korea melemah 0,13%, Ringgit Malaysia menyusut 0,10%, serta Baht Thailand terpangkas hingga 0,44% terhadap dolar AS.

"Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.850 hingga Rp17.900 per dolar AS sepanjang hari setelah sebelumnya ditutup melemah 16 poin ke level Rp17.859."

Proyeksi pergerakan harian tersebut disampaikan oleh Ibrahim Assuaibi selaku Direktur PT Traze Andalan Futures dalam keterangannya kepada media. Menurut analisisnya, tekanan terhadap mata uang domestik memang masih berpotensi terjadi akibat kuatnya sentimen eksternal.

Secara umum, faktor utama yang memengaruhi fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS meliputi kebijakan suku bunga yang diambil oleh bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve. Selain itu, kondisi ekonomi global yang tidak menentu serta pergeseran sentimen pasar keuangan domestik turut andil dalam menentukan arah pergerakan mata uang harian.

Cara Jenius Untuk Nabung Valas : Untuk Pemula | Bisniscom

Dampak Terhadap Sektor Finansial dan Perbankan

Meskipun pasar valas domestik terus bergejolak, kinerja internal dari sejumlah bank papan atas dilaporkan tetap berada dalam kondisi yang kokoh. Sebagai contoh, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 triliun pada periode Januari hingga Mei 2026 yang membuktikan stabilitas keuangan mereka di tengah tekanan nilai tukar.

Para pelaku ekonomi diharapkan terus mengantisipasi volatilitas ini agar tidak mengganggu rencana penganggaran perusahaan atau transaksi personal. Perubahan angka di counter bank bisa terjadi dalam hitungan jam tergantung pada volatilitas perdagangan di pasar spot valuta asing.

Harga komoditas dan nilai tukar valuta asing dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah atau institusi perbankan terkait.

Hingga saat ini, Bank Indonesia beserta jajaran perbankan nasional terus memonitor pergerakan likuiditas valas di pasar guna memastikan kebutuhan korporasi tetap terpenuhi secara berkala. Pemantauan berkala lewat aplikasi mobile banking masing-masing bank sangat disarankan untuk mendapatkan angka paling mutakhir.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang