Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat berada di level Rp18.060,50 per dolar AS pada perdagangan Jumat (31/7/2026). Angka tersebut berdasarkan data nilai tukar tengah pasar real-time Wise. Pergerakan mata uang menunjukkan dinamika pada penutupan perdagangan akhir bulan Juli 2026.
Pergerakan nilai tukar mata uang asing ini memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi nasional. Pelaku pasar dan masyarakat terus memantau pergerakan pasar valuta asing untuk kebutuhan transaksi harian maupun bisnis internasional.
Data Transaksi Kurs Dolar di Bank Indonesia dan Perbankan
Berdasarkan data resmi Bank Indonesia per 31 Juli 2026, kurs transaksi USD ditetapkan sebesar Rp18.168,39 untuk kurs jual dan Rp17.987,61 untuk kurs beli. Penetapan kurs BI ini menjadi acuan transaksi nilai tukar mata uang bagi pihak perbankan dan lembaga keuangan nasional.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merilis pembaruan daftar kurs nilai tukar mata uang untuk nasabah pada hari yang sama. Pada kategori e-Rate, BCA menetapkan kurs jual USD di angka Rp18.085 dan kurs beli sebesar Rp18.045.
Untuk jenis layanan transaksi perbankan lainnya di BCA, yaitu TT Counter dan Bank Notes, tarif penukaran berada di posisi yang seragam. Kurs jual USD tercatat sebesar Rp18.190, sedangkan kurs beli dipatok pada level Rp17.910.
Perbandingan Kurs Dolar AS di BI dan BCA
Penetapan nilai tukar mata uang bervariasi tergantung pada jenis acuan dan bank yang digunakan. Tabel berikut merangkum rincian nilai tukar USD terhadap rupiah pada 31 Juli 2026:
| Sumber / Lembaga | Kategori Kurs | Kurs Jual (IDR) | Kurs Beli (IDR) |
|---|---|---|---|
| Wise (Pasar Real-Time) | Nilai Tengah Pasar | 18.060,50 | 18.060,50 |
| Bank Indonesia (BI) | Kurs Transaksi BI | 18.168,39 | 17.987,61 |
| Bank Central Asia (BCA) | e-Rate | 18.085,00 | 18.045,00 |
| Bank Central Asia (BCA) | TT Counter | 18.190,00 | 17.910,00 |
| Bank Central Asia (BCA) | Bank Notes | 18.190,00 | 17.910,00 |
Kondisi Kurs Mata Uang Asing Utama Lainnya
Selain mata uang dolar AS, Bank Indonesia juga merilis pergerakan beberapa mata uang utama dunia. Euro (EUR) ditransaksikan pada posisi kurs jual Rp20.781,00 dan kurs beli Rp20.572,43.
Mata uang Poundsterling Inggris (GBP) berada di kisaran kurs jual Rp24.236,63 dan kurs beli Rp23.990,08. Adapun untuk mata uang Yen Jepang (JPY) per 100 unit, Bank Indonesia mencatat kurs jual Rp11.097,91 dan kurs beli Rp10.984,13.
Faktor Perbedaan Jenis Kurs di Perbankan
Masyarakat sering kali mengajukan pertanyaan seperti "apakah kurs bank sama dengan kurs pasar" saat melakukan transaksi valuta asing. Perbedaan nilai tukar mata uang terjadi karena adanya berbagai kategori kurs yang diterapkan lembaga keuangan.
Perbedaan tarif kurs penukaran valuta asing umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung berikut:
- Jenis Layanan Transaksi: Layanan e-Rate untuk transaksi elektronik sering kali memberikan angka kurs yang berbeda dibandingkan layanan fisik di counter bank.
- Bentuk Fisik Mata Uang: Layanan Bank Notes atau uang kertas asing membutuhkan biaya operasional pengiriman dan penyimpanan fisik logistik.
- Margin Komersial Perbankan: Bank menyisipkan tingkat keuntungan atau margin operational dari perbedaan selisih (spread) kurs jual dan kurs beli.
Pemantauan pergerakan nilai tukar uang dapat dilakukan secara berkala melalui laman resmi Bank Indonesia maupun aplikasi perbankan digital. Pelaku bisnis disarankan untuk senantiasa memperhatikan jenis kategori kurs yang digunakan sebelum memproses transaksi keuangan.
Informasi ini bukan saran investasi. Pergerakan nilai tukar mata uang berfluktuasi sewaktu-waktu. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan finansial.
Laporan penutupan pergerakan nilai tukar valuta asing periode akhir Juli 2026 menjadi acuan dasar bagi penetapan kurs transaksi keuangan pada pembukaan pekan berikutnya.







