Saham SpaceX Anjlok 12 Persen Akibat Lonjakan Biaya Pengembangan AI

7 Agustus 2026, 03:01 WIB

Lonjakan pengeluaran untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu kekhawatiran para investor. Kondisi ini menekan pergerakan saham SpaceX hingga merosot 12 persen dalam sesi perdagangan pra-pasar pada Rabu, seperti dilansir dari Detik iNET. Perusahaan milik Elon Musk tersebut mencatatkan lonjakan belanja modal hingga enam kali lipat mencapai USD 18,4 miliar pada kuartal kedua.

Capaian belanja modal dalam laporan keuangan perdana SpaceX sebagai perusahaan publik ini jauh melampaui estimasi para analis, dengan porsi terbesar dialokasikan ke sektor AI. Pada penutupan perdagangan Selasa, harga saham perusahaan berada sedikit di atas level USD 125. Angka ini telah terdepresiasi di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar USD 135, sekaligus jauh meninggalkan rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat menembus angka lebih dari USD 200 usai melantai di bursa.

Sentimen negatif ini sejalan dengan kecemasan yang melanda kalangan investor sepanjang musim laporan keuangan. Pasar mulai mempertanyakan efektivitas serta kemampuan raksasa teknologi dalam membuktikan imbal hasil dari investasi bernilai miliaran dolar di ranah kecerdasan buatan.

Di tengah ketatnya persaingan, model AI milik SpaceX memang dinilai masih tertinggal dibandingkan pengembang lain seperti OpenAI dan Anthropic. Meski demikian, SpaceX berupaya mengambil peran sebagai penyedia layanan komputasi awan alternatif dengan menyewakan kapasitas komputasi yang ditenagai chip Nvidia. Jajaran manajemen berupaya memberikan kepastian guna meredam kecemasan pasar terkait tingginya belanja modal tersebut. "Di sisi komputasi AI, kami mampu mengalokasikan modal sedemikian rupa sehingga kami memperoleh modal kembali dalam waktu kurang dari satu tahun," kata CFO SpaceX, Bret Johnsen.

Tekanan terhadap harga saham tetap terjadi sekalipun perusahaan berhasil menekan tingkat kerugian dan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Elon Musk menyampaikan optimisme bahwa SpaceX dapat mengamankan target pendapatan tahunan sebesar USD 1 triliun pada 2030, lebih cepat dari proyeksi awal pada 2031. Namun, langkah ekspansif tersebut tetap memicu pertanyaan kritis dari para analis pasar modal.

"SpaceX ingin menyampaikan narasi bahwa mereka adalah pemimpin pasar. Namun, orang-orang masih mempertanyakan seberapa cepat mereka bisa tumbuh? Seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan sebelum perusahaan ini mencapai profitabilitas?" ujar pendiri The Westly Group, Steve Westly.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang