Satgas PRR Pacu Pembangunan 44.121 Huntap di Sumatera

6 Agustus 2026, 13:31 WIB

Proses pemulihan permanen di wilayah terdampak bencana Sumatera terus didorong melalui percepatan penyediaan hunian tetap (huntap). Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan sebanyak 44.121 unit huntap dibangun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dikutip dari Detikcom.

Langkah tersebut diambil guna memastikan para penyintas bencana mendapatkan kediaman yang layak, aman, dan berdaya tahan terhadap potensi risiko di masa depan. Pendekatan ini mengacu pada prinsip build back better agar masyarakat dapat kembali ke kehidupan normal secara aman dan berkelanjutan.

"Pembangunan huntap dilakukan melalui tiga skema, yaitu insitu, eksitu mandiri, dan eksitu terpusat atau komunal. Ada dua instansi utama yang mengerjakan. Untuk pembangunan dalam kawasan atau relokasi komunal dilaksanakan Kementerian PKP dengan dukungan penyediaan lahan oleh pemerintah daerah. Sedangkan masyarakat yang memilih membangun kembali di lahannya sendiri yang dinyatakan aman akan difasilitasi oleh BNPB," kata Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian saat Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatera di Gedung Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Hingga saat ini, sebanyak 1.012 unit rumah telah selesai didirikan serta siap dihuni. Sementara itu, 2.187 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan fisik di lapangan.

Progres pembangunan tersebut berjalan seiring penyelesaian berbagai verifikasi teknis, seperti pendataan penerima manfaat, kesiapan lahan, hingga penyediaan sarana infrastruktur dasar kawasan.

Provinsi Aceh tercatat sebagai daerah dengan kebutuhan hunian terbesar, yaitu mencapai 34.777 unit. Alokasi ini terbagi menjadi 7.502 unit skema insitu, 8.091 unit eksitu mandiri, dan 10.313 unit eksitu terpusat.

Kawasan komunal di Aceh dirancang menampung sekitar 6.220 kepala keluarga yang tersebar di 45 lokasi dengan luas lahan 156,13 hektare.

Sementara di Sumatera Utara, target pembangunan mencakup 6.779 unit huntap. Angka tersebut terdiri dari 990 unit insitu, 829 unit eksitu mandiri, dan 4.182 unit eksitu komunal.

Untuk wilayah Sumatera Barat, total kebutuhan mencapai 2.565 unit yang terbagi atas 631 unit insitu, 1.740 unit eksitu mandiri, serta 2.411 unit eksitu komunal.

Secara menyeluruh di tiga provinsi, skema eksitu komunal akan didirikan di 54 lokasi dengan total area 198,21 hektare dan daya tampung 7.973 kepala keluarga. Secara kumulatif, skema nasional mencakup 9.123 unit insitu, 10.660 unit eksitu mandiri, dan 16.906 unit eksitu komunal.

Sinergi Sektor Swasta dan Lembaga

Penyelesaian proyek hunian ini mengandalkan kerja sama lintas lembaga, termasuk Polri, Kemenko Polkam, Baznas, Danantara, pemerintah daerah, hingga organisasi kemasyarakatan.

"Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun 2.603 unit huntap, terdiri atas 1.103 unit di Sumatera Utara, 1.000 unit di Aceh, dan 500 unit di Sumatera Barat," ujar Tito.

Tito menegaskan percepatan program ini mengutamakan ketepatan sasaran, keamanan lokasi, serta dialog intensif bersama warga sebelum pengerjaan dimulai.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang