Mengenal Sejarah dan Makna Formasi 17-8-45 Paskibraka Upacara 17 Agustus

6 Agustus 2026, 01:01 WIB

Aksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) selalu menarik perhatian masyarakat dalam upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. Petugas upacara ini mengemban tugas mengawal dan menaikkan bendera pusaka dengan gerakan yang presisi. Selain kerapian langkah tegap, Paskibraka menerapkan rancangan barisan khusus berbentuk formasi 17-8-45.

Dilansir dari Detikcom yang mengutip laman Indonesia Baik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), susunan angka tersebut merepresentasikan tanggal, bulan, serta tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Gagasan susunan barisan petugas upacara ini berawal dari penugasan khusus Presiden Soeharto kepada Husein Mutahar pada 1967. Husein dipercaya menyusun tata cara pengibaran bendera pusaka secara resmi.

Husein mengembangkan skema formasi tersebut berdasarkan pelaksanaan upacara pertama Indonesia di Yogyakarta pada 1946. Pengibaran bendera kemudian dirancang menjadi tiga kelompok utama, yaitu kelompok 17 pengiring, kelompok 8 pembawa bendera, serta kelompok 45 pengawal.

Pembagian Tugas Pasukan 17-8-45

Kelompok 17 berada pada posisi paling depan sebagai pemandu barisan di bawah komando seorang Komandan Kelompok (DanPok). Anggota kelompok yang diisi putra-putri Paskibraka pilihan ini menyimbolkan kesiapan generasi muda memandu jalannya bangsa.

Pasukan inti berada tepat di belakangnya, yaitu Kelompok 8 yang bertugas membawa duplikat Bendera Pusaka Merah Putih. Sementara itu, posisi paling belakang ditempati Kelompok 45 yang beranggotakan personel TNI atau POLRI dengan bersenjata lengkap.

Keberadaan Kelompok 45 bertindak sebagai pengaman kehormatan pengibaran bendera. Kehadiran prajurit persenjataan tersebut menjadi simbol bahwa kedaulatan serta kemerdekaan Indonesia senantiasa dijaga oleh kekuatan pertahanan negara yang kokoh.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang