Persija Jakarta gagal membawa pulang poin penuh setelah takluk dari tuan rumah Semen Padang pada pertandingan pekan ke-15 BRI Super League 2025/26. Laga sengit yang digelar pada Senin malam tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Seperti dilansir dari Papanskor, hasil pertandingan ini mematahkan prediksi awal yang lebih mengunggulkan skuad Macan Kemayoran.
Padahal, tim tamu datang ke Stadion H. Agus Salim dengan modal rekor mentereng berupa enam kemenangan beruntun. Sebelumnya, klub asal ibu kota tersebut sukses menyapu bersih poin di kandang tiga tim besar asal Jawa Timur, yakni Persebaya, Arema FC, dan Madura United.
Di sisi lain, tim tuan rumah justru sedang dalam tren negatif setelah menelan lima kekalahan dari enam laga terakhir.
Pertandingan mulai berjalan pincang bagi tim tamu sejak menit ke-37 akibat kartu merah yang diterima Figo Denni. Kehilangan satu pemain membuat tim asuhan Carlos Pena kesulitan membongkar pertahanan lawan hingga babak pertama usai dengan skor kacamata.
Memasuki paruh kedua, Semen Padang memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk tampil lebih agresif. Hasilnya berbuah manis pada menit ke-83 setelah bek senior Jordi Amat melakukan gol bunuh diri saat mencoba mengantisipasi datangnya bola.
Kontroversi Pembatalan Gol VAR
Jelang laga usai, drama terjadi ketika sepakan keras Maxwell berhasil menggetarkan jala gawang lawan setelah meneruskan umpan dari Alano. Namun, kegembiraan para pemain langsung sirna setelah wasit Steven Yubel Poli meninjau tayangan Video Assistant Referee.
Wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena Alano dinilai melakukan pelanggaran sebelum mengirimkan operan. Gerakan tangan sang pemain dianggap mengenai wajah penggawa Semen Padang, yang kemudian memicu protes keras di lapangan.
Kekalahan ini membuat Macan Kemayoran tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan perolehan 29 poin dari 14 laga. Posisi puncak masih dikuasai Borneo FC dengan 34 poin, disusul Persib Bandung di peringkat kedua yang mengoleksi 31 poin.






