Serangan Houthi di Najran Arab Saudi Melukai 11 Orang

7 Agustus 2026, 19:16 WIB

Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka akibat serangan militer yang diluncurkan kelompok pemberontak Houthi ke wilayah Najran, Arab Saudi bagian selatan, pada Kamis (6/8/2026) malam, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Insiden ini mencatatkan jumlah korban jiwa dan luka terbanyak di wilayah Kerajaan Arab Saudi selama kurun waktu lebih dari empat tahun terakhir konflik bersama Houthi. Daftar korban luka mencakup tujuh warga negara Arab Saudi, dua warga negara Mesir, satu warga negara Yaman, serta satu warga negara Pakistan.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Jenderal Turki al-Maliki, menyampaikan informasi mengenai dampak kerusakan dan korban serangan tersebut melalui pernyataan resmi kantor berita Saudi.

Eskalasi militer Houthi yang berbasis di Yaman ini meningkat sejak bulan lalu sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran dalam konflik melawan Amerika Serikat. Sebelumnya, kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan drone yang menewaskan sedikitnya 58 tentara pemerintah Yaman di wilayah tengah dan timur Yaman.

Juru bicara militer Houthi memberikan penjelasan terkait alasan di balik gempuran armada rudal balistik serta pesawat nirawak tersebut. "Pada tempat dan waktu yang tepat," kata Kementerian Pertahanan Yaman menyikapi serangan tersebut dan bersumpah akan membalas tindakan Houthi.

Arab Saudi telah memimpin koalisi militer sejak 2015 guna mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam melawan milisi Houthi. Meskipun kondisi sempat mereda akibat gencatan senjata sejak April 2022, pertempuran kembali membara pasca pendaratan penerbangan langsung dari Iran di Sanaa serta pengumuman blokade laut oleh Houthi.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang