SIG Percepat Distribusi Semen di Aceh Guna Stabilkan Stok Pasar

6 Agustus 2026, 13:46 WIB

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengoptimalkan operasional produksi dan jaringan distribusi Group guna mempercepat penanganan pasokan semen di wilayah Aceh. Langkah taktis ini diambil demi menjamin ketersediaan barang di pasaran di tengah lonjakan permintaan serta fluktuasi harga pada tingkat pengecer, dilansir dari Detik Finance. Guna memastikan kelancaran di lapangan, Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra meninjau langsung kesiapan logistik serta operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga.

Dalam kunjungan tersebut, manajemen menggelar rapat koordinasi khusus serta mengecek rantai distribusi hingga berdialog langsung dengan para distributor utama. "Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar," kata Indra dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Strategi pemulihan pasokan dilakukan dengan menggenjot volume produksi dari pabrik Lhoknga serta Packing Plant Lhokseumawe. Selain itu, SIG juga menyalurkan pasokan tambahan ke pasar melalui Packing Plant Malahayati.

Penguatan koordinasi turut dijalankan bersama distributor, mitra logistik, hingga pemerintah daerah demi mempercepat pemantauan stok harian dan penyaluran barang. Pembentukan mekanisme koordinasi intensif lintas fungsi ini diterapkan untuk merespons dinamika permintaan dan tantangan geografis di Aceh secara cepat. "Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin," ujarnya.

Di samping menjaga efisiensi penyaluran bersama para pemangku kepentingan, SIG mengimbau seluruh mitra distributor untuk menerapkan praktik perdagangan yang sehat. Langkah ini penting agar arus pasokan tetap tertib sampai ke tangan konsumen akhir. Sebagai bentuk komitmen sosial bagi kawasan terdampak bencana banjir akhir 2025 lalu seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, perseroan menetapkan kebijakan untuk tidak menaikkan harga jual. Kebijakan menjaga harga tersebut tetap dipertahankan meskipun SIG menghadapi tekanan inflasi biaya operasional akibat tingginya harga batu bara, bahan bakar solar, serta suku cadang.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang