Soekarno-Hatta Salip KLIA Jadi Bandara Tersibuk Kedua Asia Tenggara

6 Agustus 2026, 06:47 WIB

Kapasitas penerbangan di kawasan Asia Tenggara mengalami pergeseran posisi pada bulan Juli. Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menggeser Kuala Lumpur International Airport (KLIA) untuk menempati peringkat kedua bandara tersibuk di Asia Tenggara.

Peringkat terbaru ini dirilis oleh perusahaan analisis penerbangan asal Inggris, OAG, seperti dikutip dari Detik Travel. Puncak daftar bandara tersibuk masih ditempati oleh Bandara Changi Singapura.

Peningkatan kapasitas tempat duduk menjadi pemicu utama perubahan posisi ini. Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan kapasitas sebanyak 3,3 juta tempat duduk, yang menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 3,2 persen. Sementara itu, Bandara Changi Singapura memimpin di posisi teratas dengan raihan 3,56 juta tempat duduk.

Pergeseran ini membuat KLIA harus turun ke peringkat ketiga. Bandara utama Negeri Jiran tersebut mencatatkan penurunan kapasitas tempat duduk sebesar 4,4 persen, sehingga totalnya berada di angka 3,15 juta tempat duduk.

Padahal, kawasan KLIA yang berlokasi di Sepang mencakup area 100 kilometer persegi dan memegang predikat bandara terbesar berdasarkan luas lahan di Asia Tenggara. Bandara ini mencatat pergerakan 23,4 juta penumpang internasional pada semester pertama, atau naik 7,8 persen. Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang di KLIA tumbuh 5,4 persen year-on-year mencapai 31,7 juta orang.

Laporan OAG mengungkapkan bahwa total kapasitas di pasar penerbangan Asia Tenggara secara keseluruhan menyusut 1,2 persen dibandingkan Juli tahun lalu menjadi 50,4 juta kursi. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar akibat dinamika politik di Timur Tengah.

Di posisi keempat, Bandara Internasional Suvarnabhumi Thailand mencatatkan 3,14 juta tempat duduk setelah mengalami penurunan sebesar 1,9 persen. Posisi lima besar ditutup oleh Bandara Internasional Ninoy Aquino di Filipina yang mencatat 2,58 juta tempat duduk, atau turun 5,1 persen.

Tekanan biaya avtur memaksa sejumlah maskapai di Asia Tenggara memangkas rute internasional. Meski demikian, Indonesia tetap mengukuhkan posisi sebagai pasar penerbangan terbesar di kawasan dengan total 10,9 juta kursi, atau tumbuh tipis 0,3 persen per 25 Juli.

Pasar domestik Indonesia juga tercatat sebagai yang terbesar di Asia Tenggara dengan 8,7 juta kursi. Kapasitas ini cenderung stabil dengan kenaikan hanya 0,1 persen atau bertambah sekitar 11.400 kursi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebaliknya, penurunan volume penerbangan domestik paling signifikan terjadi di Malaysia. Kapasitas penerbangan domestik di negara tersebut tercatat memotong hingga 508.700 kursi per 26 Juli.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang