Sony memastikan pasokan chip memori mereka dalam kondisi aman untuk mendukung produksi perangkat keras, terutama konsol PS5, sepanjang tahun fiskal 2026, dilansir dari Detik iNET. Kepastian ini membuat Sony terbebas dari tekanan biaya produksi yang melanda industri teknologi global akibat lonjakan harga komponen chip memori yang dipicu tren kecerdasan buatan (AI). Perusahaan asal Jepang itu menyatakan telah mengamankan kuantitas chip yang cukup untuk memenuhi proyeksi penjualan di tahun fiskal 2026 tanpa mengubah rencana profitabilitas perangkat keras yang diperkirakan tetap sama seperti tahun 2025.
"Kami telah mengamankan kuantitas memori yang diperlukan untuk memenuhi proyeksi volume penjualan kami pada tahun fiskal 2026. Tidak ada perubahan pada rencana kami, profitabilitas perangkat keras untuk tahun fiskal 2026 akan tetap serupa dengan tahun fiskal 2025," ujar perwakilan Sony.
Keberhasilan ini turut berkontribusi pada peningkatan laba operasional Sony sebesar 40 persen menjadi 476,5 miliar yen pada kuartal pertama tahun ini, yang didukung oleh bisnis gaming dan sensor gambar. Berkat efisiensi biaya, pengembalian tarif pajak AS, dan nilai tukar yang menguntungkan, Sony menaikkan target laba operasional tahun 2026 sebesar 8 persen menjadi 1,72 triliun yen atau sekitar 10,7 miliar dolar AS.
Ketersediaan pasokan perangkat keras yang stabil menjadi penting bagi Sony di tengah persiapan peluncuran game besar seperti Grand Theft Auto VI pada 19 November 2026 dan God of War Laufey yang akan rilis Februari mendatang. Analis Ampere Analysis, Piers Harding-Rolls, memproyeksikan GTA VI dapat terjual antara 30 hingga 35 juta kopi hingga akhir tahun.
Selain di bidang gaming, Sony juga semakin menguatkan posisinya di bisnis sensor gambar dengan rencana mengakuisisi Tamron, produsen lensa kamera ternama yang menjadi pemasok bagi Sony dan pesaing seperti Nikon dan Canon, menurut laporan Reuters yang dikutip Detik iNET.







