Sopir mikrolet M44 rute Kampung Melayu-Karet kembali mengangkut penumpang usai menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026). Armada angkutan umum tersebut langsung beroperasi mencari penumpang di sekitar Stasiun Tebet sebelah barat pada sore hari.
Aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh penolakan para sopir terhadap trayek JakLingko 48A yang dinilai tumpang-tindih dengan rute Mikrolet M44, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kondisi tumpang-tindih rute ini berdampak pada penurunan pendapatan harian para pengemudi. Sebelum kembali beroperasi, para pengemudi sempat menggelar aksi mogok dan berkumpul di depan pintu keluar Balai Kota DKI Jakarta sejak pagi hari.
Salah seorang sopir mikrolet, Rasi, menjelaskan bahwa para pengemudi kini sedang menunggu kejelasan mengenai operasional armada lain.
"Sopir-sopir sekarang akan lanjut narik. Lanjut narik lagi, ya," kata Rasi.
Ia juga menambahkan bahwa para sopir diarahkan untuk berkomunikasi langsung dengan pihak koperasi guna menyelesaikan persoalan rute tersebut.
"Hasil demo di Balai Kota, kita nunggu keputusan, kita akan tanyakan koperasi dulu, tanyakan koperasi dulu. Koperasi Kopamilet Jaya. Karena masalahnya Kopamilet Jaya yang minta operasional Jaklingko 48.
Kan gitu. Jadi kita demo ke sana, sekarang diarahkan ke koperasi," ujar Rasi.
Sementara itu, sopir lainnya, Slamet, memilih untuk tetap beroperasi hingga sore hari meskipun pendapatannya hari itu tidak maksimal.
"Ini mah lanjut narik aja, karena udah tanggung. Tunggu keputusan sore. Kalau saat ini mah nggak kejar setoran lagi. Dari pagi aja nggak kekejar, apalagi setengah hari," jelas Slamet.







