Tim nasional Spanyol dijadwalkan menghadapi Prancis pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas, Amerika Serikat, pada Selasa (14/7) waktu setempat atau Rabu (15/7) dini hari waktu Indonesia. Pertandingan perebutan tiket final ini mempertemukan lini serang Prancis yang produktif melawan lini pertahanan Spanyol yang baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen, sebagaimana dilansir dari Papanskor.
Prancis mengandalkan trio Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise yang telah mengoleksi total 13 gol dan 10 assist. Di sisi lain, Spanyol melaju ke babak semifinal setelah menyingkirkan Belgia dengan skor 2-1 di Los Angeles pada 11 Juli 2026 lalu melalui gol penentu dari Mikel Merino pada menit ke-88.
Bintang muda timnas Spanyol, Lamine Yamal, menyatakan kesiapannya untuk menghadapi Prancis meskipun sang lawan merupakan tim favorit juara yang mengincar final Piala Dunia ketiga mereka secara berturut-turut. Spanyol sendiri memiliki modal positif setelah memenangi dua pertemuan terakhir melawan Prancis, yakni di semifinal Piala Eropa 2024 dan semifinal UEFA Nations League 2025.
"Ada dua kemungkinan: mereka mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, atau kami mengalahkan mereka untuk ketiga kalinya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kami sama sekali tidak takut," ujar Lamine Yamal, pemain depan timnas Spanyol.
Yamal terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan setelah tampil penuh dalam laga melawan Belgia. Pemain asal klub Barcelona tersebut mencatatkan beberapa peluang berbahaya yang sempat menyulitkan penjaga gawang Belgia, Thibaut Courtois.
"Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Kami kembali ke semifinal. Itulah tujuan kami datang ke sini, memainkan pertandingan-pertandingan seperti ini dan memenanginya. Sekarang saatnya beristirahat dan mulai memikirkan laga melawan Prancis," kata Lamine Yamal, pemain depan timnas Spanyol.
Pemain berusia 18 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya lebih mengutamakan kemenangan tim secara keseluruhan dibandingkan pencapaian individu di lapangan.
"Kalau kami menang, kami semua akan bahagia. Kalau saya terpilih [pemain terbaik pertandingan], itu tentu lebih baik lagi, tetapi yang paling penting bagi saya adalah tim bisa menang," tutur Lamine Yamal, pemain depan timnas Spanyol.
Hingga babak semifinal Piala Dunia 2026, Yamal baru mencetak satu gol yang dilesakkannya ke gawang Arab Saudi pada pertandingan kedua fase grup. Meski demikian, ia menyatakan bahwa fokus utamanya bukan sekadar mencetak gol pribadi.
"Tentu saya ingin mencetak gol karena itu membantu tim, tetapi saya tidak turun ke lapangan hanya memikirkan hal itu. Jika saya menjuarai Piala Dunia, saya rasa tidak ada yang akan mengingat berapa banyak gol yang saya cetak atau yang saya lewatkan," ucap Lamine Yamal, pemain depan timnas Spanyol.
Yamal kemudian membandingkan situasinya saat ini dengan performanya ketika membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024, di mana ia juga hanya mencatatkan satu gol di turnamen tersebut.
"Saya tahu pergerakan saya bisa menarik banyak pemain lawan dan membuat rekan setim berada dalam posisi tanpa kawalan. Yang terpenting, kami datang ke sini untuk menang, dan apa pun yang bisa saya lakukan untuk membantu," sebut Lamine Yamal, pemain depan timnas Spanyol.
Ia meminta para pendukung tidak mengkhawatirkan produktivitas golnya selama kontribusi terhadap tim tetap berjalan dengan baik.
"Saya rasa urusan soal gol sudah terlalu dipikirkan banyak orang. Kami menjuarai EURO dengan saya hanya mencetak satu gol. Saat itu saya hanya mencetak satu gol, dan sekarang saya juga sudah mencetak satu gol. Jadi mereka tidak perlu khawatir," kata Lamine Yamal, pemain depan timnas Spanyol.






