Bongkar Spesifikasi Xiaomi M1803E6G Ponsel Lawas yang Masih Dicari

20 Juni 2026, 13:00 WIB

Artikel ini akan membongkar spesifikasi Xiaomi M1803E6G, sebuah kode model yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang namun sebenarnya merujuk pada perangkat yang sangat populer di masanya, yaitu Redmi S2. Perangkat ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada Mei 2018 dan sempat menjadi primadona di kelas entry-level berkat fokusnya yang kuat pada kemampuan kamera depan. Melihat kembali spesifikasi teknis dan posisinya di pasar saat ini memberikan perspektif menarik tentang bagaimana standar ponsel pintar telah berkembang pesat.

Bagi Anda yang menemukan nomor model M1803E6G di stiker bodi belakang atau pengaturan sistem, perangkat tersebut dipasarkan secara global dengan nama Redmi S2, atau dikenal sebagai Redmi Y2 di pasar India.

Huruf S pada seri ini kabarnya merupakan singkatan dari Selfie, yang menegaskan bahwa fokus utama perangkat ini adalah memikat pengguna yang gemar memotret wajah sendiri. Sebagai ponsel pintar yang dirilis delapan tahun lalu, eksistensinya saat ini lebih banyak ditemukan di pasar barang bekas atau sebagai ponsel cadangan untuk kebutuhan ringan.

Desain Fisik dan Dimensi Bodi

Dari segi estetika, gawai ini membawa bahasa desain khas lini produk entry-level pada masanya dengan material bodi yang didominasi oleh elemen polikarbonat.

Perangkat ini memiliki tinggi 160,73 mm, ketebalan bodi berada di angka 8,1 mm, serta bobot total mencapai 170 gram.

Dimensi tersebut membuatnya cukup nyaman digenggam, walaupun jika dibandingkan dengan standar modern, bezel di sekitar layar terasa sangat tebal.

Kualitas Panel Layar IPS LCD

Layar bodi depan menggunakan panel IPS LCD berukuran 5,99 inci yang sering dibulatkan menjadi 6 inci dalam beberapa materi promosi penjualan.

Layar ini menawarkan resolusi 720 x 1440 piksel dengan aspek rasio 18:9, menghasilkan kerapatan piksel yang berada di kisaran 269 PPI.

Tingkat contrast ratio layar ini berada di angka 1000:1, sebuah spesifikasi yang sangat standar untuk menampilkan konten multimedia sehari-hari tanpa keistimewaan visual yang menonjol.

Sektor layar ponsel ini belum mengadopsi desain poni ataupun lubang kamera, sehingga dahi dan dagu ponsel terlihat penuh untuk menampung sensor serta lampu kilat.

Dapur Pacu Legendaris Qualcomm Snapdragon 625

Jantung mekanis dari perangkat ini digerakkan oleh chipset Qualcomm Snapdragon 625 yang dibangun dengan proses fabrikasi 14 nanometer.

Chipset ini memuat prosesor Octa-core dengan kecepatan clock mencapai 2.0 GHz, didampingi oleh unit pengolah grafis berupa GPU Adreno 506.

Pada masa kejayaannya, chipset ini sangat dipuji karena efisiensi dayanya yang luar biasa, meskipun untuk standar komputasi modern arsitektur ini sudah tertinggal jauh.

Pilihan Kapasitas Memori dan Penyimpanan

Sistem pemasaran perangkat ini membagi varian penjualan ke dalam dua kombinasi kapasitas memori yang berbeda untuk menjangkau segmentasi harga.

Varian pertama dilengkapi dengan RAM 3GB dan ROM 32GB, sedangkan varian di atasnya membawa RAM 4GB dengan kapasitas ROM sebesar 64GB.

Kapasitas penyimpanan internal yang terbatas ini untungnya dapat diekspansi menggunakan slot kartu memori eksternal khusus yang tidak mengganggu fungsi kartu seluler.

Fleksibilitas Slot Kartu Dedikasi

Salah satu nilai tambah dari arsitektur fisik ponsel ini adalah penyediaan slot kartu dengan format 2+1 yang sangat praktis bagi pengguna.

Artinya, Anda dapat memasang dua kartu SIM mikro secara bersamaan dan tetap bisa menyisipkan satu kartu microSD tambahan.

Sistem penyimpanan eksternal ini mendukung kapasitas kartu memori hingga 256GB dengan format sistem berkas VFAT.

Spesifikasi Komponen Utama Xiaomi M1803E6G
Komponen Utama Spesifikasi Teknis
Chipset Qualcomm Snapdragon 625 (14 nm)
Prosesor Octa-core 2.0 GHz
Grafis Adreno 506
Kapasitas Baterai 3080 mAh
Sistem Operasi Awal Android 8.1 Oreo
Sistem Operasi Maksimal Android 9 dengan MIUI 12

Sektor Kamera yang Menjadi Nilai Jual Utama

Sesuai dengan target pasarnya, sektor fotografi merupakan bagian yang paling banyak mendapatkan perhatian saat perangkat ini pertama kali diluncurkan.

Meskipun kamera belakangnya tergolong standar, performa jepretan lensa depan menjadi alasan utama mengapa banyak orang memilih model ini dibanding kompetitornya.

Berikut adalah rincian fungsionalitas dari sistem pemindaian gambar yang terpasang pada bodi depan dan belakang.

Kamera Belakang Ganda Berteknologi AI

Pada area punggung, tersemat konfigurasi AI Dual Camera yang disusun secara vertikal pada sudut kiri atas bodi perangkat.

Lensa utama memiliki resolusi 12MP yang dipadukan dengan sensor sekunder 5MP untuk mendeteksi kedalaman ruang saat memotret objek.

Sistem kamera belakang ini sudah mengadopsi teknologi PDAF untuk mempercepat pencarian fokus, serta mampu merekam video beresolusi 1080p pada kecepatan 30fps.

Kamera Depan 16 Megapiksel untuk Selfie

Daya tarik utama ponsel ini terletak pada kamera depan berkekuatan 16MP yang dilengkapi dengan lampu kilat khusus atau selfie-light.

Lensa depan ini memiliki bukaan rana f/2.0 dengan jangkauan sudut lebar atau wide-angle mencapai 79,8 derajat.

Untuk mengoptimalkan hasil foto wajah, sensor ini dibekali fitur bokeh effect, algoritma Beautify 4.0, serta teknik 4-in-1 Pixel binning untuk menyerap cahaya lebih baik.

Ulasan Lengkap Xiaomi Redmi S2 | AZIZ ELHAMAM

Kapasitas Baterai dan Kelengkapan Sensor Fisik

Urusan pasokan daya pada perangkat ini dipercayakan kepada komponen baterai berjenis Li-Poly dengan kapasitas daya sebesar 3080 mAh.

Baterai ini tertanam di dalam bodi alias non-removable, sehingga tidak dapat dilepas pasang secara bebas tanpa bantuan peralatan teknis khusus.

Untuk pengisian daya, perangkat ini masih mengandalkan port microUSB konvensional yang belum mendukung fitur pengisian daya arus tinggi atau fast charging.

Dukungan Jaringan Seluler dan Navigasi

Sistem komunikasi seluler pada perangkat ini telah mendukung jaringan Dual SIM 4G LTE untuk akses data internet yang cepat.

Namun, perlu dicatat bahwa sistem modem internal ponsel ini tidak mengizinkan dua jaringan 4G berjalan aktif secara bersamaan di kedua kartu.

Untuk keperluan pemetaan lokasi, tersedia dukungan sensor navigasi yang cukup lengkap mulai dari GPS, AGPS, GLONASS, hingga sistem Beidou.

Ketersediaan Sensor dan Fitur Konektivitas

Meskipun dipasarkan untuk kelas menengah ke bawah, kelengkapan sensor fisik pada model ini terhitung sangat royal dan fungsional.

Pengguna akan menemukan sensor sidik jari konvensional pada bodi belakang, sensor Infrared yang jamak dipasang pada perangkat ekosistem buatan perusahaan ini, serta motor getar.

  • Sensor Gyroscope untuk mendeteksi orientasi gerakan
  • Sensor Accelerometer untuk mengukur kecepatan sudut
  • Proximity sensor untuk mematikan layar saat menelepon
  • Electronic compass untuk penunjuk arah mata angin
  • Ambient light sensor untuk mengatur kecerahan layar otomatis

Sisi Kelemahan yang Harus Dipertimbangkan

Sebagai pengulas yang kritis, saya harus menggarisbawahi beberapa kelemahan mendasar yang ada pada perangkat berkode M1803E6G ini. Material bodi plastik polikarbonat yang digunakannya terasa kurang solid dan rentan terhadap goresan halus jika tidak dilindungi casing tambahan.

Selain itu, kapasitas baterai yang hanya 3080 mAh terasa sangat mepet untuk penggunaan intensif, terutama jika digunakan untuk navigasi luar ruangan. Sektor layar dengan resolusi yang belum mencapai standar Full HD juga membuat ketajaman gambar terasa kurang maksimal saat dipakai menonton video beresolusi tinggi. Sistem operasi bawaan yang berbasis Android 8.1 Oreo memang bisa ditingkatkan hingga Android 9 dengan antarmuka MIUI 12, namun pembaruan tersebut kini sudah dihentikan oleh pabrikan.

Hal ini memicu masalah kompatibilitas pada beberapa aplikasi modern yang membutuhkan arsitektur sistem operasi yang lebih mutakhir agar dapat berjalan lancar.

Berdasarkan laporan komparasi perangkat dari GSMArena, performa komputasi Snapdragon 625 pada ponsel ini sudah berada di batas bawah untuk standar aplikasi masa kini. Membeli perangkat ini dalam kondisi baru di tahun 2026 adalah hal yang mustahil, dan membelinya dalam kondisi bekas hanya direkomendasikan jika anggarannya sangat terbatas. Ponsel ini lebih cocok dialokasikan untuk fungsi sekunder seperti mesin kasir digital toko, perangkat pemutar musik portabel, atau ponsel cadangan darurat.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang