Tahap Roket Falcon 9 SpaceX Hantam Bulan Dekat Kawah Einstein

6 Agustus 2026, 19:49 WIB

Tahap atas roket Falcon 9 milik SpaceX yang sudah tidak digunakan menghantam permukaan Bulan pada Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 13.35 WIB. Lokasi benturan diperkirakan dekat Kawah Einstein di tepian Bulan yang terlihat dari Bumi, seperti dilansir dari Detik iNET.

Roket yang memiliki berat sekitar 3.900 hingga 4.000 kilogram dan panjang sekitar 12 meter tersebut melaju dengan kecepatan sekitar 2,43 kilometer per detik saat menghantam Bulan. Tidak ada wahana yang merekam tabrakan secara langsung, tetapi teleskop di Bumi mendeteksi semburan material dari lokasi benturan.

Pengamatan spektroskopi menunjukkan adanya jejak natrium dari permukaan Bulan dan litium yang diduga berasal dari komponen roket. Hal ini memperkuat dugaan bahwa tahap atas Falcon 9 benar-benar menghantam Bulan sesuai perhitungan orbit para astronom.

Tahap atas Falcon 9 itu berasal dari misi peluncuran pada 15 Januari 2025 yang membawa wahana pendarat Blue Ghost dan Resilience. Setelah melepaskan wahana tersebut, roket tidak memiliki bahan bakar cukup untuk kembali ke atmosfer Bumi atau memasuki orbit pembuangan aman, sehingga akhirnya tertinggal dalam orbit lonjong yang berubah oleh gaya gravitasi Bumi, Bulan, dan Matahari hingga menghantam Bulan.

Objek dengan kode 2025-010D itu dilacak melalui pengamatan orbit, pantulan cahaya, dan analisis spektrum yang menghubungkannya dengan tahap atas Falcon 9 dari misi tersebut.

Benturan diperkirakan menghasilkan energi setara sekitar tiga ton TNT dan menciptakan kawah baru berdiameter puluhan meter. NASA akan mengamati dampak tabrakan menggunakan teleskop berbasis Bumi dan wahana di sekitar Bulan.

"NASA tengah bekerja sama dengan SpaceX untuk melacak tahap atas Falcon 9 dan mengumpulkan data dari peristiwa benturan," ujar pernyataan resmi NASA.

Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA berpotensi memotret kawah baru dan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah tabrakan, sementara wahana Danuri milik Korea Selatan juga dapat membantu pengamatan perubahan di lokasi tersebut.

Lokasi benturan yang dekat tepian Bulan membuat pengamatan dari Bumi sulit dilakukan secara jelas dan proses memastikan titik benturan serta ukuran kawah kemungkinan akan memakan waktu.

Menurut Associated Press, para ilmuwan sedang menanti foto terbaru dari Lunar Reconnaissance Orbiter untuk memperoleh bukti visual kawah yang terbentuk.

NASA memastikan benturan tahap atas Falcon 9 tidak membahayakan Bumi dan material yang terlontar tidak memiliki energi cukup untuk mengancam manusia atau satelit di sekitar Bumi.

Bulan secara rutin dihantam meteoroid alami, namun benturan benda buatan manusia menjadi perhatian karena meningkatnya jumlah misi menuju Bulan.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang