Mengetahui tata cara sholat idul fitri secara benar menjadi kunci utama agar ibadah tahunan ini berjalan khusyuk dan sah. Banyak umat Muslim yang kerap merasa ragu mengenai urutan bacaan serta berapa kali takbir sholat idul fitri yang semestinya dilakukan di setiap rakaatnya.
Ibadah shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal setelah kita merampungkan ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Berdasarkan catatan sejarah, ibadah shalat Idul Fitri mulai disyariatkan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah sejak tahun kedua Hijriah hingga beliau wafat.
Secara mendasar, jumlah rakaat shalat Idul Fitri dan Idul Adha adalah sebanyak dua rakaat. Melalui artikel ini, Anda akan dipandu memahami langkah demi langkah pelaksanaan shalat Id, mulai dari niat hingga salam akhir secara runut.
Sebelum masuk pada teknis gerakan, penting untuk memahami hukum dasar dari ibadah ini agar kita melaksanakannya dengan kesadaran penuh. Para ulama memiliki beberapa pandangan mengenai status hukum shalat dua hari raya ini.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa pendapat shalat Id hukumnya wajib bagi setiap muslim adalah pendapat yang lebih kuat daripada fardhu kifayah, sedangkan pendapat yang menghukumkannya sunnah adalah pendapat yang lemah.
Argumen mengenai kewajiban ini juga diperkuat oleh pandangan para ulama yang melihat konsistensi pelaksanaannya. Shidiq Hasan Khon yang merupakan murid Asy Syaukani mengemukakan argumen bahwa shalat Id hukumnya wajib karena Rasulullah melakukannya terus-menerus. Adanya perintah keluar rumah (wasilah), perintah dalam QS. Al Kautsar: 2, dan fakta bahwa shalat Id dapat menggugurkan kewajiban shalat Jumat jika keduanya jatuh pada hari yang sama menjadi dasar penguat argumen tersebut.
Ketentuan Shalat Id bagi Kaum Wanita
Ibadah tahunan ini tidak hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki saja, melainkan melibatkan seluruh komponen masyarakat Muslim termasuk kaum perempuan. Kehadiran seluruh umat Islam di tempat shalat menjadi simbol syiar Islam yang sangat besar.
Ummu ‘Athiyah meriwayatkan hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kaum wanita—termasuk gadis remaja, wanita yang dipingit, dan wanita yang sedang haid—untuk keluar menghadiri Hari Raya Id. Namun, terdapat catatan khusus mengenai hukum sholat id bagi wanita haid di mana wanita haid diminta menjauhi tempat shalat dan cukup mendengarkan khutbah serta kebaikan hari raya tersebut.
Panduan Teknis dan Tata Cara Sholat Idul Fitri
Secara praktis, panduan mengenai tata cara sholat idul fitri sudah dibahas secara mendalam oleh para ulama terdalam. Syekh KHR Asnawi selaku Pendiri NU menjelaskan panduan shalat Id secara tertib di dalam kitab Fashalatan.
Selain itu, Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji menuliskan panduan tata cara shalat Id yang serupa di dalam kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î (juz I). Aturan baku ini menjadi acuan utama mayoritas masyarakat Muslim di Indonesia.
Berikut adalah urutan langkah demi langkah melaksanakan shalat Idul Fitri dua rakaat secara berurutan:
- Membaca niat shalat Idul Fitri di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah secara sempurna terlebih dahulu sebelum memulai takbir tambahan.
- Melakukan takbir tambahan pada rakaat pertama sebanyak tujuh kali, di mana di sela-sela takbir membaca kalimat tasbih.
- Membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat pendek dari Al-Quran, lalu ruku dan sujud hingga selesai rakaat pertama.
- Berdiri kembali untuk rakaat kedua, kemudian melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali berturut-turut.
- Membaca surat Al-Fatihah serta surat pendek, lalu melanjutkan gerakan shalat seperti biasa hingga diakhiri dengan salam.
Mengenal Aturan Takbir Tambahan dan Bacaannya
Salah satu ciri khas yang membedakan shalat Id dengan shalat sunnah lainnya terletak pada keberadaan takbir zawaid atau takbir tambahan. Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, banyak makmum yang mendadak bingung karena lupa membaca kalimat zikir di sela takbir tersebut.
Kesalahan umum yang saya lihat adalah terburu-buru melakukan takbir berikutnya tanpa memberi jeda yang cukup bagi makmum untuk melafalkan zikir. Berdasarkan tuntunan fiqih, pada rakaat pertama shalat Id, disunnahkan melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali setelah membaca doa iftitah.
Sementara itu, ketika kita beralih ke tahapan berikutnya, pada rakaat kedua shalat Id, disunnahkan melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali saat posisi berdiri kembali. Jumlah takbir ini di luar takbir intiqal (takbir perpindahan gerakan).
Di antara jeda takbir-takbir tambahan tersebut, terdapat bacaan di antara takbir sholat id yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara tenang. Kalimat thoyyibah yang dibaca adalah sebagai berikut:
"Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar wala hawla wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim"
Perbedaan Jumlah Takbir dan Niat Shalat
Bagi Anda yang bertindak sebagai makmum, imam, atau bahkan harus melakukan niat sholat idul fitri sendirian karena uzur tertentu, pemahaman struktur rakaat ini tidak boleh tertukar. Melakukan persiapan dengan menghafal jumlah takbir akan membantu kekhusyukan shalat Anda.
Dari pengalaman saya menangani bimbingan ibadah, visualisasi data berupa ringkasan jumlah takbir sangat membantu ingatan para jamaah pemula agar tidak gugup saat berada di barisan shaf.
| Tahapan Rakaat | Jumlah Takbir Tambahan | Waktu Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Rakaat Pertama | 7 Kali | Setelah doa iftitah, sebelum Al-Fatihah |
| Rakaat Kedua | 5 Kali | Setelah berdiri dari sujud, sebelum Al-Fatihah |
Bagi Anda yang terpaksa beribadah secara mandiri, pertanyaan mengenai "bagaimana cara sholat idul fitri di rumah" sebenarnya memiliki mekanisme gerakan dan jumlah takbir yang sama persis dengan pelaksanaan di masjid. Perbedaannya hanya terletak pada lafal niat yang disesuaikan dengan posisi Anda saat beribadah, apakah sebagai imam, makmum, atau sendiri.
Pastikan Anda melafalkan doa sholat idul fitri berjamaah dengan benar jika bertindak sebagai makmum di belakang imam. Jeda waktu di antara takbir harus dimanfaatkan dengan optimal untuk merenungi makna kesucian hari raya.
Gerakan shalat Idul Fitri ini harus dijalankan secara tertib dan tumakninah agar nilai-nilai ibadah pasca-Ramadhan tertanam kuat di dalam jiwa. Kedisiplinan dalam mengikuti setiap jumlah takbir mencerminkan kepatuhan kita terhadap sunnah yang telah digariskan oleh Rasulullah sejak belasan abad yang lalu.







