Tata Cara Sholat Idul Fitri NU Lengkap dengan Hitungan Takbir dan Bacaannya

26 Juni 2026, 09:57 WIB

Mengetahui tata cara sholat idul fitri yang benar sesuai tuntunan para ulama menjadi kebutuhan penting setiap menjelang hari kemenangan. Banyak umat Muslim yang masih merasa ragu mengenai hitungan takbir tambahan serta kalimat zikir yang harus dibaca di sela-sela takbir tersebut.

Hukum melaksanakan ibadah tahunan ini adalah sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Melalui tuntunan sholat idul fitri nu online, masyarakat dapat mengikuti panduan ibadah yang tertib, sah, dan sesuai dengan madzhab Syafi'i.

Secara historis, shalat Idul Fitri pertama kali disyariatkan pada tahun kedua hijriah. Sejak saat itu, ibadah ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan.

Sebelum memasuki teknis gerakan, Anda harus memahami batas waktu pelaksanaan ibadah ini. Waktu pelaksanaan shalat Id dimaklumkan sejak matahari terbit atau memasuki waktu dhuha sampai masuk waktu shalat dhuhur.

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, panitia sering kali memulai shalat terlalu cepat atau justru terlalu siang. Idealnya, shalat dimulai saat matahari sudah meninggi seukuran satu tombak agar seluruh jamaah sudah berkumpul di masjid.

Berdasarkan rujukan dari para ulama Nahdlatul Ulama, jumlah rakaat shalat Idul Fitri adalah dua rakaat. Jumlah rakaat ini bersifat mutlak dan tidak boleh diubah, baik saat dikerjakan berjamaah maupun saat muncul pertanyaan "bolehkah sholat idul fitri sendiri di rumah?" ketika kondisi darurat.

Niat dan Tata Cara Sholat Idul Fitri NU Rakaat Pertama

Langkah pertama dimulai dengan membaca niat yang disesuaikan dengan posisi Anda di dalam jamaah. Kesalahan umum yang saya lihat adalah tertukarnya lafal niat antara menjadi imam atau menjadi makmum.

Lafal Niat Shalat Idul Fitri

Berikut adalah lafal niat sholat idul fitri untuk makmum dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal lî'îdil fithri rak'ataini ma'mûman lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta'ala."

Teknis Takbir Tambahan Rakaat Pertama

Setelah melakukan takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, Anda tidak langsung membaca surat Al-Fatihah. Pada rakaat pertama, disunnahkan melakukan takbir tambahan sebanyak 7 kali setelah doa iftitah.

Setiap kali selesai mengucap takbir tambahan, Anda diwajibkan membaca doa di antara takbir sholat id. Kalimat zikir ini dibaca secara perlahan di dalam hati atau dengan suara lirih.

Dari pengalaman saya menangani bimbingan ibadah, banyak jamaah yang terburu-buru sehingga melupakan bacaan sela sela takbir sholat id. Pastikan ada jeda sejenak (thuma'ninah) di setiap takbir sebelum melanjutkan ke takbir berikutnya.

Tata Cara Shalat Idul Fitri di Rumah | NU Online

Tata Cara Sholat Idul Fitri NU Rakaat Kedua

Setelah menyelesaikan rakaat pertama dengan ruku' dan sujud seperti shalat biasa, Anda akan bangkit berdiri untuk rakaat kedua. Pada tahap ini, ketentuan mengenai berapa kali takbir sholat idul fitri akan berbeda.

Pada rakaat kedua, disunnahkan melakukan takbir tambahan sebanyak 5 kali setelah takbir berdiri (takbir qiyam). Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan rakaat pertama.

Sama seperti sebelumnya, di sela-sela kelima takbir ini Anda juga harus membaca kalimat thoyyibah yang sama. Setelah takbir kelima selesai, barulah Anda membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, lalu menyelesaikan shalat hingga salam.

Panduan Lengkap Bacaan Zikir dan Tata Urutan Shalat

Untuk memudahkan Anda dalam menghafal dan mempraktikkan ibadah ini, panduan teknis dan tertib shalat Idul Fitri telah dirangkum secara jelas oleh para ulama terkemuka. Di antaranya adalah Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji dalam kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î [juz I]. Selain itu, penduan tertib juga dijelaskan oleh salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus, Syekh KHR Asnawi, dalam kitab Fashalatan.

Berikut adalah urutan zikir bacaan sela sela takbir sholat id yang dibaca di antara takbir tambahan:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبـَرُ

Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

Informasi mengenai struktur dan jumlah takbir di setiap rakaat dapat dilihat secara jelas pada tabel panduan di bawah ini.

Struktur Takbir dan Ketentuan Rakaat Shalat Idul Fitri
Rakaat Ke Jumlah Takbir Tambahan Posisi Pembacaan Doa Iftitah Waktu Pelaksanaan
1 7 kali Sebelum takbir tambahan Waktu dhuha sampai dhuhur
2 5 kali Tidak ada doa iftitah Waktu dhuha sampai dhuhur

Hal-Hal Sunnah dan Khutbah Idul Fitri

Pelaksanaan ibadah ini tidak hanya selesai setelah salam. Berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya dilakukan sebelum shalat, khutbah Idul Fitri dilaksanakan justru setelah shalat dua rakaat tersebut selesai.

Jamaah sangat dianjurkan untuk tetap duduk dengan tenang mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh khatib. Meninggalkan tempat shalat sebelum khutbah selesai dinilai mengurangi kesempurnaan pahala sunnah hari raya.

Selain itu, disunnahkan pula untuk mandi sebelum shalat, memakai pakaian terbaik yang bersih, serta mencicipi makanan atau kurma sebelum berangkat ke masjid. Hal ini sebagai pembeda nyata bahwa hari tersebut sudah tidak lagi diperbolehkan untuk berpuasa.

Bagi Anda yang bertindak sebagai makmum, kunci utama kekhusyukan adalah selalu mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya. Mengikuti panduan tertib yang bersumber dari kitab-kitab muktabar NU akan memastikan ibadah kita bernilai sah dan mendatangkan pahala yang berlimpah di hari raya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang