Dampak gelombang panas ekstrem di wilayah Tokyo diduga memicu kematian tiga ekor singa betina di Tama Zoological Park. Kematian tiga satwa tersebut terjadi secara bertahap sejak Selasa hingga Minggu. Gelombang cuaca panas berkepanjangan ini dilaporkan memicu dehidrasi berat serta kegagalan fungsi organ pada ketiga singa tersebut.
Temuan tersebut diperoleh pengelola kebun binatang berdasarkan hasil pemeriksaan nekropsi. Dikutip dari Detik Travel, ketiganya menghembuskan napas terakhir pada usia antara 3 hingga 15 tahun. Gelombang panas ekstrem yang menerjang sejak pertengahan Juli 2026 ini juga membuat belasan satwa penghuni lainnya mengalami gangguan kesehatan.
Hingga Juli 2026, Tama Zoological Park tercatat mengelola 16 ekor singa yang terdiri atas lima jantan dan 11 betina berumur 1 sampai 20 tahun. Dari jumlah populasi tersebut, 10 ekor singa memperlihatkan penurunan nafsu makan serta penurunan aktivitas hingga memerlukan penanganan medis.
Pengelola kebun binatang memutuskan menutup sementara area lokasi pameran singa dari kunjungan publik sejak 23 Juli akibat kondisi kesehatan yang kian memburuk. Saat ini, tim dokter hewan terus memberikan penanganan intensif terhadap satu betina dan dua jantan yang berada dalam kondisi lemah. Fasilitas Tama Zoological Park telah memelihara sekaligus memamerkan kawanan singa sejak 1964. Pihak pengelola menyebut peristiwa kematian satwa yang dipicu cuaca panas ekstrem ini baru pertama kali terjadi di kawasan tersebut.
"Belum pernah ada kasus singa mati akibat cuaca panas di Tama Zoological Park," kata seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Tokyo.







