Timnas Indonesia Tempati Peringkat 122 FIFA Menuju Era Baru Pelatih

24 Juni 2026, 09:01 WIB

Timnas Indonesia dipastikan mengakhiri tahun 2025 dengan menduduki peringkat ke-122 dunia. Posisi ini merujuk pada rilis resmi FIFA Ranking terbaru yang dikeluarkan pada Senin (22/12) malam WIB. Skuat Garuda mengumpulkan total 1144,73 poin, posisi dan raihan poin yang tidak mengalami perubahan sejak November 2025.

Peringkat ini sekaligus menjadi titik awal bagi perjuangan Timnas Indonesia bersama nakhoda baru. Kabar yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir menyebutkan bahwa John Herdman akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia. Pria berumur 50 tahun asal Inggris ini sebelumnya melatih Timnas Wanita Kanada dan tim putra Kanada.

PSSI memilih John Herdman sebagai juru taktik baru untuk menggantikan posisi Patrick Kluivert. Herdman menjadi pelatih ketiga Indonesia dalam dekade 2020 setelah era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.

John Herdman akan memulai tugasnya saat Indonesia berada di peringkat 122 dunia. Posisi awal ini tercatat lebih tinggi dibandingkan saat Patrick Kluivert datang (127) maupun saat Shin Tae-yong pertama kali tiba (173). Kondisi ini membuat target PSSI untuk menembus peringkat 100 besar dunia menjadi lebih terbuka. Target tersebut sebelumnya pernah dicanangkan saat memperpanjang kontrak Shin Tae-yong pada 2024 dan kala melepas Kluivert pada 2025.

Upaya menembus 100 besar membutuhkan tambahan poin FIFA yang signifikan dari sejumlah agenda internasional sepanjang tahun 2026. Beberapa ajang yang harus dimaksimalkan antara lain FIFA Series 2026 pada Maret dan Piala AFF 2026 yang berlangsung Juli-Agustus. Indonesia saat ini terpaut 81,92 poin dari El Salvador yang menempati peringkat 100 dunia. Berdasarkan catatan sejarah, Indonesia memerlukan waktu dua tahun dari 21 Desember 2023 hingga 22 December 2025 untuk mengumpulkan sekitar 80 poin.

Perbandingan Statistik Persentase Kemenangan Pelatih

Jay Idzes dan kawan-kawan diperkirakan baru bisa menambah sekitar 80 poin pada akhir tahun 2027. Perolehan poin dapat berjalan lebih cepat jika persentase kemenangan di bawah asuhan pelatih baru mampu melampaui capaian arsitek tim sebelumnya. Dikutip dari Papanskor, statistik menunjukkan persentase kemenangan Shin Tae-yong masih menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan Patrick Kluivert.

Shin Tae-yong mencatatkan 42,86% kemenangan dari 63 pertandingan yang dipimpinnya. Sementara itu, persentase kemenangan Patrick Kluivert bersama Skuat Garuda berada di angka 37,50%. Penurunan persentase kemenangan pada era Kluivert ini mengakibatkan langkah Indonesia mengamankan 80 poin berjalan lebih lambat.

Sebagai perbandingan, Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong mulai bertanding pada Mei 2021 setelah pembatasan internasional akibat pandemi Covid-19. Sejak periode tersebut hingga 19 Desember 2024, Indonesia berhasil meraup 169 poin atau rata-rata 56,3 poin per tahun.

Raihan tersebut jauh melampaui pencapaian 10 bulan masa kepelatihan Patrick Kluivert yang hanya menghasilkan 12 poin. Kombinasi strategi pelatih dan perkembangan komposisi pemain membuat Indonesia mampu mendulang poin lebih cepat dari tim-tim papan atas Asia. Kemenangan atas Vietnam di Piala Asia 2023 yang digelar pada 2024 serta hasil positif melawan Arab Saudi pada November 2024 menjadi momentum krusial bagi kemajuan poin Garuda. Pelatih baru kini mendapatkan fondasi skuat yang jauh lebih kokoh dibandingkan era awal kedatangan Shin Tae-yong.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang