Timnas Voli Putri Indonesia menargetkan performa maksimal dan kemenangan saat melawan Korea Selatan dalam laga persahabatan yang berlangsung pada 23-25 Juli 2026 di Jecheon Gymnasium, Korea Selatan, seperti dilansir dari Bola.
Skuad Merah Putih akan berangkat ke Korea Selatan memenuhi undangan Federasi Bola Voli Korea Selatan. Uji coba ini menjadi bagian penting persiapan dan tolok ukur menghadapi salah satu tim terbaik di Asia.
Indonesia datang dengan modal finis di peringkat kelima AVC Women's Volleyball Cup 2026 pada Juni lalu, yang mengangkat posisi dunia ke-58. Korea Selatan sebagai juara turnamen tersebut menempati peringkat 31 dunia, memberi perbedaan 27 peringkat yang menjadi tantangan bagi Indonesia.
Pemain senior Mediol Yoku melihat pertandingan melawan Korea Selatan sebagai kesempatan berharga untuk membangun mental menghadapi tim elite Asia.
"Cari pengalaman dan supaya membuat kami lebih berani saat melawan tim-tim kuat luar," ujar Mediol usai latihan.
Pemain muda Chelsa Berliana menyatakan berharap mendapat banyak pelajaran dari Korea Selatan, terutama mengenai pola permainan dan strategi lawan.
"Kami mencari pengalamannya, pernah lawan Korea Selatan dan taktiknya biar kami tahu," kata Chelsa.
Pelatih Marcos Sugiyama menegaskan bahwa timnya tidak hanya mencari pengalaman, tapi juga berusaha tampil kompetitif dan meraih kemenangan meski mengakui kualitas Korea Selatan lebih unggul.
"Target kami di Korea adalah membuat tim semakin menyatu. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami akan memberikan yang terbaik untuk mencoba mengalahkan mereka dan memenangkan pertandingan. Itu hal yang normal. Jika kami belum bisa menang, setidaknya kami ingin berada di level yang sama dengan Korea," ujar Sugiyama.
Mediol menyampaikan belum merasakan tekanan besar menjelang pertandingan.
"Saat ini belum sih, tapi enggak tahu kalau nanti," ujarnya sambil tersenyum.
Chelsa juga mengungkapkan proses adaptasi di tim berjalan lancar berkat dukungan pemain senior yang membuatnya nyaman.
"Enggak ada masalah adaptasi sih karena di sini kakak-kakaknya juga enak. Enggak ada tekanan atau apa. Kalau kita salah itu dikasih tahu, jadi kitanya juga benerin diri. Jadi, enak aja sih," ungkap Chelsa.







