Trenggiling Raksasa Mampu Menelan 35 Ribu Semut Setiap Hari Tanpa Gigi

17 Juni 2026, 01:31 WIB

Setiap makhluk hidup memerlukan makanan dengan pola konsumsi yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh mereka. Hewan umumnya terbagi menjadi kelompok karnivora, omnivora, dan herbivora berdasarkan jenis makanan yang mereka konsumsi. Namun, terdapat satwa unik yang sepanjang hidupnya hanya bergantung pada satu jenis makanan spesifik, yaitu semut.

Dilansir dari Bobo, kelompok satwa pemakan semut dan rayap ini dikenal sebagai trenggiling atau anteater yang terdiri atas empat spesies.

Keempat spesies tersebut meliputi trenggiling raksasa (Myrmecophaga tridactyla), trenggiling sutra (Cyclopes didactylus), tamandua utara (Tamandua mexicana), dan tamandua selatan (Tamandua tridactyla). Trenggiling raksasa menjadi varian terbesar dalam rumpun keluarga ini dengan panjang tubuh mencapai 2 meter dan bobot hingga 50 kilogram.

Satwa yang aktif pada siang hari ini mendiami wilayah daratan di sepanjang Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Karakteristik fisiknya ditandai dengan bulu cokelat keabu-abuan, kaki depan putih bergaris hitam dari dada ke punggung, serta ekor lebat.

Bagian paling menonjol dari mamalia ini adalah moncongnya yang panjang, yang menurut data Animal Diversity dapat mencapai ukuran 45 sentimeter. Meski memiliki moncong panjang yang menyerupai selang, satwa ini sama sekali tidak mempunyai gigi di dalam mulutnya. Sebagai gantinya, mereka dianugerahi lidah sangat panjang yang mampu menjulur cepat hingga 150 kali dalam satu menit.

Kemampuan unik ini membuat trenggiling raksasa dapat menelan sekitar 35.000 ekor semut dan rayap secara utuh setiap harinya.

Kombinasi lidah panjang dan cairan air liur yang lengket mempermudah satwa ini meraup koloni semut dari dalam sarang. Saat mencari makan, mereka tidak merusak seluruh rumah semut, melainkan hanya merobek lubang kecil menggunakan cakarnya. Mamalia besar ini mengandalkan indra penciuman yang 40 kali lebih tajam dari manusia untuk mendeteksi keberadaan sarang mangsa.

Mereka juga tercatat jarang minum air secara langsung karena kebutuhan cairan dipenuhi dari kelembapan tumbuhan dan tubuh mangsanya.

Dalam lingkungan penangkaran, hewan pemakan serangga ini diketahui memiliki ekspektasi usia hidup yang dapat mencapai 25 tahun. Saat ini, kelestarian trenggiling raksasa sedang terancam dan statusnya telah masuk dalam daftar spesies rentan menurut IUCN.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang