Trump dan Pete Hegseth Dilaporkan Terlibat Perselisihan Amunisi

7 Agustus 2026, 06:47 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan terlibat perselisihan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengenai penipisan pasokan amunisi AS akibat perang melawan Iran dalam rapat kabinet di Camp David pada Jumat (31/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kekurangan pasokan rudal jarak jauh serta rudal pencegat pertahanan udara tersebut menjadi alasan Trump membatalkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran. Pada bulan pertama pertempuran, AS mencatat penggunaan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk, 1.000 rudal Patriot dan THAAD, serta 1.300 rudal balistik taktis Angkatan Darat yang menguras habis stok ATACMS.

Juru bicara pemerintah merespons kabar perselisihan internal tersebut secara tegas.

"Ini 100 persen berita palsu. Sama sekali tidak pernah terjadi. Dan Presiden Trump sangat mempercayai Menteri Hegseth," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.

Gedung Putih menegaskan bahwa situasi yang diberitakan media sama sekali tidak memengaruhi hubungan kerja kepemimpinan nasional.

"Saya berada di Camp David bersama Presiden Trump dan Menteri Hegseth. Hal ini benar-benar tidak pernah terjadi," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.

Pihak militer AS juga menyampaikan bantahan resmi terkait isu ketegangan dan tuduhan manipulasi data pasokan senjata.

"Menteri Hegseth tidak menyesatkan siapa pun mengenai postur amunisi kita, dan beliau tidak menyalahkan Wakil Menteri Feinberg. Klaim-klaim mengenai menipisnya stok, perbedaan pendapat internal, maupun sikap Menteri terhadap Iran… semuanya sama-sama fiktif," kata Sean Parnell, Juru Bicara Utama Pentagon.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang