Turis Asing di Jepang Konsumsi Beras Lebih Banyak dari Warlok

7 Agustus 2026, 21:32 WIB

Konsumsi beras oleh wisatawan mancanegara di Jepang tercatat melampaui tingkat konsumsi warga lokal. Fenomena ini memicu perhatian dari otoritas setempat terkait keseimbangan pasokan bahan pangan nasional. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) merilis data tahun fiskal 2025 mengenai pola makan turis asing.

Laporan tersebut dipublikasikan pada 27 Juli 2026, seperti dikutip dari Detik Travel. Berdasarkan survei terhadap pengunjung dari 14 negara dan wilayah, MAFF memperkirakan turis asing mengonsumsi rata-rata 570 gram nasi matang setiap hari. Jumlah ini setara dengan empat mangkuk nasi standar.

Angka realisasi tersebut jauh melebihi proyeksi awal pemerintah yang memperkirakan angka 350 gram atau setara 2,5 mangkuk per orang per hari. Tingginya angka ini mengejutkan para pengambil kebijakan.

Data menunjukkan wisatawan asal Asia Tenggara mencatatkan porsi konsumsi beras tertinggi. Turis Vietnam berada di posisi teratas dengan rata-rata 718 gram per hari, disusul Indonesia sebesar 714 gram. Pengunjung asal Filipina menyusul di urutan ketiga dengan porsi 695 gram per hari, diikuti Thailand sebesar 629 gram. Sementara itu, wisatawan Amerika Serikat mencatatkan rata-rata 565 gram.

Wisatawan asal Tiongkok mengonsumsi rata-rata 546 gram nasi matang harian. Adapun rata-rata terendah berasal dari kelompok pengunjung Hong Kong, yakni sebesar 468 gram per hari.

Penyebab Tingginya Asupan Beras Wisatawan

Sebagai pembanding, rata-rata penduduk lokal Jepang hanya mengonsumsi sekitar 330 hingga 340 gram nasi matang harian. Artinya, wisatawan asing menyantap nasi 70 persen lebih banyak dibandingkan warga setempat.

MAFF menjelaskan bahwa tingginya angka ini tidak hanya didorong oleh popularitas sajian di restoran sushi. Kepopuleran olahan bola nasi onigiri yang dikonsumsi berkali-kali dalam sehari juga menjadi pemicu utama.

Berbeda dari wisatawan, masyarakat lokal Jepang kini cenderung mendiversifikasi asupan karbohidrat harian mereka. Sebagian besar warga lokal melengkapi diet harian dengan mengonsumsi roti dan mi.

Revisi Proyeksi dan Langkah Logistik Pemerintah

Secara keseluruhan, MAFF memperkirakan turis asing menghabiskan sekitar 82.000 ton beras giling atau setara 91.000 ton beras merah pada periode Juli 2025 hingga Juni 2026. Kalkulasi terbaru ini mengalami revisi ke atas yang sangat signifikan. Pada Maret lalu, estimasi awal konsumsi beras oleh wisatawan hanya diproyeksikan sebesar 61.000 ton.

Langkah evaluasi ini diambil menyusul krisis beras di Jepang pada 2024 yang dikenal sebagai Kerusuhan Beras Reiwa. Kala itu, lonjakan harga dan kekosongan stok di swalayan memicu kepanikan publik.

Selain faktor cuaca ekstrem yang merusak hasil panen, lonjakan rekor kunjungan turis asing turut memicu pertanyaan mengenai batas kapasitas penyerapan pangan sektor pariwisata. Pemerintah Jepang kini memasukkan variabel konsumsi turis untuk menjaga stabilitas rantai pasok nasional.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang