Seorang turis lokal di Filipina secara tidak sengaja menghubungi Lembaga Pemasyarakatan Wanita Biro Manajemen Penjara dan Lembaga Pemasyarakatan (BJMP) Kota Baguio untuk memesan kamar penginapan liburan akhir pekan pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Insiden tersebut bermula saat wisatawan wanita yang berencana melakukan perjalanan ke ibu kota mencari akomodasi melalui media sosial Instagram, seperti dilansir dari Detik Travel. Kesalahan informasi membuat turis tersebut mengira fasilitas tahanan milik pemerintah tersebut merupakan sebuah asrama tempat menginap.
Pengelola halaman Facebook resmi penjara lantas menerima pesan singkat dari calon pelancong yang ingin menyewa kamar.
"Apakah ada unit yang tersedia untuk disewa untuk perjalanannya ke ibu kota?" tanya wanita itu.
Mendapat pertanyaan tersebut, petugas administrator langsung memberikan klarifikasi mengenai status dan fungsi asli dari bangunan yang dimaksud.
"Bu, ini adalah penjara untuk wanita," kata admin dengan memberi senyum di akhir balasannya.
Pencari akomodasi yang terkejut lantas menyampaikan permohonan maaf setelah menyadari kekeliruannya.
"Ay, sori po," jawab si pencari kamar tersebut dilengkapi dengan emoji menangis untuk menunjukkan rasa stres.
Pihak BJMP mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut ke media sosial setelah mengantongi izin dari yang bersangkutan. Pihak lembaga pemasyarakatan menegaskan bahwa seluruh fasilitas penjara BJMP murni institusi hukum dan tidak menyediakan layanan pemesanan kamar penginapan.







