UEFA Batal Jual Saham Piala Dunia dan Ancam Hukum Infantino

7 Agustus 2026, 13:31 WIB

UEFA mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino menyusul pembatalan rencana komersialisasi turnamen besar seperti Piala Dunia. Seperti dilansir dari Bola, langkah litigasi ini diambil akibat krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan induk organisasi sepak bola dunia tersebut.

Proyek komersial bertajuk FIFA Forward Enterprise (FFE) tersebut awalnya dirancang untuk mendirikan anak perusahaan khusus yang bakal memegang kendali atas ajang utama FIFA. Lewat skema ini, FIFA membuka peluang investasi swasta minoritas guna menghimpun dana segar hingga 4,2 miliar dolar AS dari total estimasi valuasi perusahaan sebesar 20 miliar dolar AS demi mengakselerasi pengembangan sepak bola secara global.

Konsorsium investor yang rencananya dipimpin oleh Thrive Capital, sebuah firma investasi asal Amerika Serikat milik Joshua Kushner, batal menyuntikkan modal setelah proposal tersebut ditarik pada 1 Agustus akibat gelombang penolakan dari berbagai konfederasi.

Meskipun proyek FFE sudah resmi dibatalkan, UEFA secara tegas menyatakan tetap mempertimbangkan opsi tindakan hukum, arbitrase, hingga pelaporan regulasi terkait manuver FIFA tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui surat resmi yang pertama kali terungkap via laporan The Telegraph.

UEFA mewajibkan FIFA dan Infantino untuk segera mengidentifikasi serta mengamankan seluruh dokumen elektronik yang berhubungan dengan rencana FFE. Instruksi ini memuat larangan keras terhadap upaya pengubahan, penghapusan, penyembunyian, maupun perusakan bukti yang relevan.

"secara aktif mempertimbangkan tindakan hukum, arbitrase, dan/atau keluhan regulasi yang timbul dari dan sehubungan dengan rencana FFE yang diusulkan oleh FIFA dan semua hal terkait" kata UEFA.

Otoritas sepak bola Eropa tersebut juga menegaskan haknya untuk menuntut ganti rugi jika terbukti ada dokumen yang dihilangkan. UEFA menilai kepemimpinan Infantino saat ini telah kehilangan legitimasi serta kepercayaan dari mayoritas pemangku kepentingan sepak bola.

Penolakan Masif dan Gejolak di Internal FIFA

Rencana komersialisasi ini mendapat penolakan keras dari konfederasi seperti UEFA, CONCACAF, hingga AFC. Seluruh 55 asosiasi anggota UEFA bahkan melayangkan ancaman boikot terhadap turnamen resmi FIFA apabila proyek tersebut nekat direalisasikan.

Penolakan tegas tersebut berdasar pada prinsip utama bahwa Piala Dunia adalah ajang olahraga yang tidak boleh diperlakukan sebagai aset investasi swasta. Gejolak internal pun pecah di jajaran manajemen FIFA sendiri.

Penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, memilih mundur dari jabatannya sebagai bentuk protes atas rencana penjualan saham turnamen tersebut. Pada saat yang sama, Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour turut melontarkan kritik pedas dan menyebut para staf merasa dibohongi oleh tertutupnya kepemimpinan Infantino.

Selain Infantino, peringatan pelestarian bukti yang dilayangkan UEFA juga menyasar beberapa nama dan lembaga besar seperti Joshua Kushner, Greg Maffei, institusi perbankan JP Morgan, serta perusahaan OpenEconomics.

Atas situasi krisis ini, UEFA mendorong adanya pergantian kepemimpinan di tubuh FIFA dan memunculkan nama Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, sebagai calon penerus. UEFA juga mengingatkan kembali janji transparansi yang diucapkan Infantino saat pertama kali terpilih pada 2016 lalu, yang dinilai telah diabaikan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang