UEFA Boikot Kompetisi FIFA Usai Hilang Kepercayaan pada Infantino

7 Agustus 2026, 22:34 WIB

Sikap tegas diambil UEFA dengan melanjutkan aksi boikot terhadap berbagai ajang buatan FIFA, termasuk turnamen bergengsi Piala Dunia. Badan tertinggi sepak bola Eropa tersebut mengambil langkah ini karena krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino belum teratasi, sebagaimana dikutip dari Detik Sport.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis via Sky Sports, UEFA menegaskan bahwa seluruh asosiasi anggotanya telah menyepakati syarat mutlak untuk kembali berpartisipasi dalam ajang yang digelar organisasi global tersebut.

"Asosiasi-asosiasi anggota UEFA telah sangat jelas mengenai syarat-syarat yang melekat pada keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," tulis UEFA.

Ada dua tuntutan utama yang dilayangkan pihak Eropa. Pertama, pencabutan wacana penjualan hak kompetisi-kompetisi utama. Kedua, adanya garansi pasti bahwa tindakan merusak citra sepak bola tidak akan terulang lagi.

"Pertama, usulan untuk menjual kompetisi-kompetisi utama harus ditarik kembali, dan kedua, harus ada jaminan upaya-upaya semacam itu untuk merusak citra sepak bola dengan cara ini tidak akan pernah dilakukan lagi," tulis UEFA.

Hingga saat ini, tuntutan yang diajukan belum mendapat kepastian. UEFA juga menyoroti pengklaiman pihak luar terkait dukungan internal di tubuh kepengurusan federasi dunia tersebut.

"Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi. Selain itu, UEFA telah menegaskan dengan jelas dalam pernyataan hari Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Posisi tersebut tetap berlaku. Pengumuman kemarin, bahwa beberapa orang yang bekerja di bawah Presiden FIFA setuju dengannya, tidak mengubah apa pun," tegas UEFA.

Langkah balasan ini dikeluarkan UEFA merespons klaim federasi internasional yang menyebut Infantino masih mengantongi dukungan penuh. Penegasan tersebut muncul usai rapat darurat di Rabat, Maroko, pada Rabu (5/8) waktu setempat.

Pertemuan di Maroko digelar saat pria Swiss berusia 56 tahun itu diterpa tekanan berat. Infantino didesak mundur menyusul gagasan kontroversialnya untuk melepas saham Piala Dunia kepada pihak swasta.

Meski wacana tersebut membuat dukungannya merosot jelang pencalonan kembali untuk periode keempat tahun depan, Infantino sempat mengakui kekhilafannya di hadapan para pejabat senior saat mengumpulkan jajaran pimpinan dalam rapat tersebut.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang